Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Pencurian Dalam Pesawat Meningkat Di Asia

by Irawan Djoko Nugroho
29 Juni 2025 | 09:10
in Internasional
Menurut Malathi, para pelaku biasanya hanya mengambil sejumlah uang tunai dan mungkin satu atau dua kartu. Mereka tidak mengambil seluruh dompet, karena itu lebih mudah diketahui. Diperlukan laporan yang cepat dari korban agar petugas bisa segera melacak dan mencegat pelaku sebelum mereka naik penerbangan berikutnya.

Ilustrasi: Di Dalam Pesawat

Bagikan sekarang:

Singapura, CoreNews.id — Terjadi peningkatan kasus pencurian di dalam pesawat di kawasan Asia. Pelakunya diduga sindikat kejahatan terorganisir yang memanfaatkan waktu transit singkat untuk mencuri barang berharga milik penumpang. Para pelaku umumnya bekerja berpasangan, mengincar penumpang tertentu, lalu segera meninggalkan negara tujuan setelah mendarat.

Hal ini disampaikan Asisten Komisaris M Malathi, komandan Divisi Polisi Bandara (Airport Police Division/APD), sebagaimana dikutip dari Malay Mail (29/6/2025). Menurut Malathi, para pelaku biasanya hanya mengambil sejumlah uang tunai dan mungkin satu atau dua kartu. Mereka tidak mengambil seluruh dompet, karena itu lebih mudah diketahui. Diperlukan laporan yang cepat dari korban agar petugas bisa segera melacak dan mencegat pelaku sebelum mereka naik penerbangan berikutnya.

Sebelumnya, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengungkapkan adanya lonjakan kasus pencurian kabin di wilayah Asia dalam 12 hingga 18 bulan terakhir, berdasarkan masukan dari sejumlah maskapai anggota. Di Hong Kong, tercatat 169 kasus pencurian di dalam pesawat sepanjang 10 bulan pertama tahun 2024, dengan kerugian mencapai 4,32 juta Dolar Hong Kong (sekitar Rp 8,7 miliar), meningkat 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Malaysia melaporkan 146 kasus pada periode yang sama, naik dari 88 kasus pada tahun sebelumnya.*

READ  Malaysia dan Singapura Tolak Wacana RI Pungut Tarif di Selat Malaka
Tags: Hong KongM MalathiMalay MailMalaysia
Previous Post

JAKIM Diharap Dapat Menjadi Destinasi Wisata Olahraga Jakarta

Next Post

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor di 6 Wilayah Kendari, 172 KK Terdampak

Next Post
banjir-asia-2025

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor di 6 Wilayah Kendari, 172 KK Terdampak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Gedung Kemenkeu

Kementerian Keuangan Kehilangan Dividen BUMN Rp90 Triliun, Siapkan Strategi Pengganti

8 Mei 2025 | 21:00
PT Synnex Metrodata Indonesia

PT. Synnex Metrodata Indonesia Bergabung dengan Cyble Partner Network Sebagai Distributor Cyble Untuk Indonesia

19 Januari 2024 | 09:00
Tak hanya berdampak pada tekanan darah, kebiasaan makan mi instan larut malam juga dapat mengganggu kualitas tidur dan memengaruhi kerja hormon yang mengatur siklus tidur serta metabolisme tubuh. Di mana efeknya bahkan bisa dirasakan keesokan hari, mulai dari sakit kepala saat bangun tidur, tubuh terasa lelah, hingga tekanan darah yang tetap tinggi.

Makan Mi Instan Larut Malam Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

5 Juni 2026 | 13:08
Menurut Samsul Hidayat, pengembangan ETF emas merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), self regulatory organizations (SROs), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bank bulion serta seluruh pelaku industri pasar modal Indonesia.

Lima ETF Emas Baru Diluncurkan BEI

10 Agustus 2026 | 12:01
Transjakarta

Cara Dapat Kartu Transportasi Gratis Jakarta 2025 untuk 15 Golongan — Lengkap & Mudah!

19 Mei 2025 | 17:00
piala dunia antarklub 2025

Daftar Lengkap Juara Piala Dunia Antarklub Sepanjang Sejarah

14 Juli 2025 | 09:44
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved