Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Nepal Dilanda Krisis Besar: Presiden Mundur, Penjara Dibobol, dan 1.500 Tahanan Kabur

by Teguh Imam Suyudi
9 September 2025 | 22:00
in News
nepal-krisis-presiden-mundur-penjara-dibobol

Ilustrasi Unjuk Rasa (Gambar: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Nepal, negara di pegunungan Himalaya, sedang dilanda gejolak politik dan kerusuhan yang memprihatinkan. Situasi kacau balau memuncak dengan pengunduran diri Presiden Ram Chandra Paudel dan aksi pembobolan penjara besar-besaran yang menyebabkan sekitar 1.500 tahanan melarikan diri.

Gelombang protes yang dipelopori oleh generasi muda, yang dijuluki “Revolusi Gen Z”, telah menyebar dari ibu kota Kathmandu ke berbagai kota besar di Nepal. Mengutip pemberitaan sejumlah media internasional, aksi unjuk rasa yang dimulai pada Senin (8/9/2025) ini telah berubah menjadi bentrokan brutal dengan aparat keamanan, menewaskan sedikitnya 19 pengunjuk rasa dan melukai ratusan orang lainnya.

Runtuhnya Keamanan: Penjara Dibobol, 1.500 Tahanan Kabur

Salah satu insiden paling dramatis dalam krisis ini adalah dibobolnya Penjara Nakkhu di Lalitpur. Menurut laporan portal berita Khabarhub, sedikitnya 1.500 tahanan berhasil melarikan diri mengambil keuntungan dari kekacauan yang terjadi. Insiden ini memperlihatkan betapa lemahnya kendali keamanan negara di tengah eskalasi protes.

Media setempat juga melaporkan adanya penembakan yang terjadi di gedung markas besar Kepolisian Nepal, semakin menegaskan tingkat ketegangan dan kekerasan yang telah mencapai titik puncak.

Presiden Mundur dan Tuntutan “Revolusi Gen Z”

Di tengah tekanan yang semakin besar, Presiden Nepal, Ram Chandra Paudel, memilih untuk menyatakan mundur. Mundurnya sang presiden merupakan pukulan telak bagi stabilitas pemerintahan Nepal.

Para pengunjuk rasa, melalui sebuah surat permohonan, menyatakan bahwa Nepal kini telah berada di bawah kepemimpinan mereka. Mereka menuntut dua hal utama:

  1. Pembentukan “pemerintahan sipil yang dipimpin seseorang yang diterima secara universal”.
  2. Penyelenggaraan pemilu segera untuk membentuk kepemimpinan yang baru dan legitimate.

Jalan Kekerasan dan Pemberlakuan Jam Malam

READ  Warga NTB Wajib Siap-siap! Malam Ini, Langit Akan Memerah, Fenomena Langka Hiasi Cakrawala

Situasi menjadi semakin memanas ketika massa berhasil menerobos masuk ke dalam gedung parlemen Nepal. Aksi ini memaksa aparat penegak hukum untuk merespons dengan kekerasan, termasuk menggunakan meriam air, gas air mata, dan bahkan peluru tajam untuk membubarkan kerumunan.

Akibat bentrokan tersebut, otoritas di Kathmandu langsung memberlakukan jam malam di sejumlah distrik kota dalam upaya meredam kerusuhan dan mengembalikan ketertiban.

Latar Belakang: Pemblokiran Media Sosial

Akar kemarahan publik juga dipicu oleh kebijakan pemerintah yang dianggap membungkam kebebasan berekspresi. Pada 4 September lalu, otoritas Nepal memblokir sejumlah situs media sosial ternama yang gagal mendaftar ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi sesuai batas waktu yang ditetapkan.

Kebijakan pemblokiran ini menuai kecaman luas dan dianggap sebagai upaya sensor. Pencabutan pemblokiran yang kemudian dilakukan pemerintah menyusul dimulainya protes pada hari Senin terlihat sebagai bentuk panik dan tidak mampu menahan desakan massa.

Krisis di Nepal ini masih terus berkembang. Dunia internasional memantau dengan cermat apakah gejolak yang dipimpin anak muda ini akan berhasil membawa Nepal menuju transisi pemerintahan yang damai atau justru menjerumuskannya ke dalam periode instability yang lebih panjang.

Tags: Demonstrasi NepalKerusuhan NepalNepal
Previous Post

MES Di Persimpangan Jalan: Dari Stagnasi Menuju Kebangkitan?

Next Post

AHY Bongkar Isi Pertemuan SBY dan Gibran di Cikeas

Next Post
AHY Bongkar Isi Pertemuan SBY dan Gibran di Cikeas

AHY Bongkar Isi Pertemuan SBY dan Gibran di Cikeas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Sebelumnya, layanan Outward Remittance menggunakan sumber dana Poket Valas hanya tersedia melalui aplikasi myBCA.

Layanan Poket Valas ‘Outward Remittance’ BCA, Kini Bisa Dilayani di Cabang

3 Agustus 2026 | 11:36
Persis Siap Ajukan Izin Pengolahan Tambang

Persis Siap Ajukan Izin Pengolahan Tambang

7 Juni 2024 | 13:51
Gedung Kemenkeu

Kementerian Keuangan Kehilangan Dividen BUMN Rp90 Triliun, Siapkan Strategi Pengganti

8 Mei 2025 | 21:00
Tak hanya berdampak pada tekanan darah, kebiasaan makan mi instan larut malam juga dapat mengganggu kualitas tidur dan memengaruhi kerja hormon yang mengatur siklus tidur serta metabolisme tubuh. Di mana efeknya bahkan bisa dirasakan keesokan hari, mulai dari sakit kepala saat bangun tidur, tubuh terasa lelah, hingga tekanan darah yang tetap tinggi.

Makan Mi Instan Larut Malam Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

5 Juni 2026 | 13:08
Melalui fatwa tersebut pula, Fatwa MUI merekomendasikan untuk menghukum berat terhadap pelaku sodomi, lesbi, gay, serta aktivitas seks menyimpang lainnya yang dapat berfungsi sebagai zawajir dan mawani, (membuat pelaku menjadi jera dan orang yang belum melakukan menjadi takut untuk melakukannya).

Pemerintah Dilarang Legalkan Komunitas LGBT

26 Juni 2026 | 11:21
Menurut Airlangga, selain untuk meningkatkan penyaluran kredit, peningkatan target pembiayaan juga diharap dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem dan digitalisasi agar UMKM tidak hanya memperoleh kucuran pendanaan tetapi juga naik kelas.

Pembiayaan UMKM Dari Rp1.500 Triliun Ditargetkan Naik Jadi Rp2.000 Triliun

11 Agustus 2026 | 15:44
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved