Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Purbaya Ajak Media Berani Kritik Kebijakan

by Redaksi
17 November 2025 | 08:38
in Nasional
Menkeu Purbaya Kenakan Topi ‘8%’, Isyarat Optimisme Target Ekonomi Prabowo

Foto: IST/Bisnis.com

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta media massa lebih vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah demi menjaga arah pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Ia menilai lesunya ekonomi beberapa waktu lalu turut dipengaruhi oleh meredupnya kritik dari pers.

“Saya sempat diskusi dengan pemred-pemred. Mereka ngeluh bisnis journalism lagi turun. Saya bilang, ya itu karena Anda kemarin-kemarin nggak protes cukup banyak, sehingga ekonomi jatuh, Anda diam aja,” ujarnya dalam acara Run for Good Journalism, dikutip dari Antara, Minggu (16/11).

Purbaya mengatakan media memegang peranan penting sebagai pengawas kebijakan, sehingga kritik menjadi bagian dari mekanisme kontrol publik.
“Ke depan mesti kritik, kasih masukan biar kita enggak jatuh lagi ekonominya. Jadi, ekonomi melambat, jurnalis juga berdosa,” imbuhnya.

Meski demikian, Purbaya optimistis ekonomi nasional kembali menguat pada akhir tahun. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kuartal IV 2025 dapat mencapai 5,5–5,7 persen.

“Saya kira di triwulan IV ekonomi bisa tumbuh di atas 5,5 persen… mungkin 5,6 persen atau 5,7 persen. Yang penting tadinya akan turun ke bawah, kita sudah mulai balik,” ujar Purbaya.

Dewan Pers mencatat Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) Indonesia pada 2024 turun menjadi 69,36, merosot dari 71,57 pada tahun sebelumnya. Angka ini merupakan skor terendah sejak 2019.

Tren penurunan telah berlangsung dua tahun berturut-turut. Tahun 2022, IKP mencapai 77,78; kemudian turun 6 poin pada 2023, dan kembali turun pada 2024.

Sementara itu, laporan Reporters Without Borders (RSF) 2025 menempatkan Indonesia pada peringkat 127 dari 180 negara dengan skor 44,13, menunjukkan kondisi kebebasan pers dalam kategori “situasi sulit”.

READ  Undang-Undang Tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia Disahkan
Tags: indeks kemerdekaan persmedia kritik kebijakanPurbaya Yudhi Sadewa
Previous Post

Komisi III DPR Minta Arsul Sani Jelaskan Dugaan Ijazah Palsu

Next Post

Taklukkan JDM, Islam Makhachev Sukses Jadi Juara Dua Divisi UFC

Next Post
Taklukkan JDM, Islam Makhachev Sukses Jadi Juara Dua Divisi UFC

Taklukkan JDM, Islam Makhachev Sukses Jadi Juara Dua Divisi UFC

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Dengan diketahuinya celurit yang tidak lain adalah krětāla atau senjata asli dalam sejarah Jawa Kuna menurut kajian arkeologis dan filologis, maka Sakera atau Sadiman atau Sagiman sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Belanda dengan celurit sebagai senjata, dapat dikatakan merupakan sosok yang mempopulerkan kembali celurit sebagai sebuah senjata pembunuh.

Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

28 Februari 2024 | 04:10
Ketua KPK Belum Terima Surat Hasto Soal Praperadilan

OTT KPK di Klaten, Sejumlah Pejabat dan Swasta Diamankan

16 Oktober 2026 | 11:36
Bahlil: Adies Kadir Mundur dari Golkar Sebelum Ditetapkan Jadi Hakim MK

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Antrean Panjang Terkendala Distribusi

16 Oktober 2026 | 16:30
protein-bar-tempe-indonesia-ekspor-australia-us-1-juta

Protein Bar Tempe Indonesia Raih Komitmen Ekspor US$1 Juta

16 Oktober 2026 | 18:00
atlet-indonesia-asian-para-games-2026-nagoya

103 Atlet Indonesia Siap Berlaga di Asian Para Games 2026

16 Oktober 2026 | 09:00
menarasikan-kembali-ekonomi-pancasilanya-mubyarto

Menarasikan Kembali Ekonomi Pancasilanya Mubyarto

23 Agustus 2026 | 13:20
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved