Jakarta, CoreNews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) terus menggenjot pemerataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sekitar 2.700 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disiapkan untuk mulai beroperasi secara bertahap pada September 2026.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, ribuan dapur tersebut menjadi tahap awal perluasan MBG ke wilayah 3T, pondok pesantren, serta sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.
“September ini kami akan mulai membuka dapur-dapur di wilayah 3T, ada 2.700 yang sudah siap. Secara bertahap akan kami buka, termasuk di daerah-daerah yang memang banyak membutuhkan,” kata Sudaryono dalam keterangan pers di Jakarta, dikutip Senin (31/8/2026).
BGN masih mencatat sekitar 13.000 dapur dalam daftar antrean aktivasi. Namun, tidak seluruhnya otomatis mendapat izin operasional karena harus melalui pemeriksaan kesiapan lokasi dan persyaratan.
Menurut Sudaryono, pembukaan SPPG tidak hanya mengejar jumlah, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat dan kesiapan sarana pendukung.
BGN memastikan ekspansi MBG tahun ini tidak membutuhkan tambahan anggaran. Pagu yang tersedia dinilai masih dapat dimaksimalkan untuk mengaktifkan dapur baru secara bertahap.













