Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Waspada! Ini 8 Prediksi Kaspersky soal AI yang Bakal Mengubah Serangan Siber di 2026

Asia Pasifik Jadi Medan Tempur Baru AI, Ancaman Siber Makin Canggih!

by Teguh Imam Suyudi
12 Januari 2026 | 18:00
in Tekno
prediksi-kaspersky-ai-ancaman-siber-2026

AI dan Keamanan Siber dibuat ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Asia Pasifik (APAC) kini tak lagi sekadar ikut-ikutan dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI). Kawasan ini justru menjadi trendsetter global. Data terbaru menunjukkan, 78% profesional di APAC sudah menggunakan AI setiap minggu, melampaui rata-rata global yang berada di angka 72%.

Bukan cuma soal bisnis, penetrasi AI di Asia Pasifik juga didorong oleh konsumen yang super terhubung, penetrasi perangkat yang masif, serta generasi muda yang tech-savvy. Bahkan, banyak dari mereka sudah mengintegrasikan AI ke kehidupan sehari-hari jauh sebelum perusahaan resmi mengadopsinya.

Namun, di balik peluang besar itu, ada ancaman yang mengintai.

Menurut para pakar Kaspersky, percepatan adopsi AI juga berarti serangan siber akan semakin pintar, cepat, dan sulit dideteksi. Teknologi yang sama yang meningkatkan produktivitas, kini juga dipakai untuk menipu, membobol, dan memanipulasi.

Berikut 8 prediksi Kaspersky tentang bagaimana AI akan membentuk lanskap keamanan siber di tahun 2026:

1. Deepfake Jadi Ancaman Mainstream

Konten palsu berbasis AI tak lagi jadi hal langka. Perusahaan mulai rutin melatih karyawan agar tak gampang terkecoh. Masyarakat pun semakin sadar bahwa wajah, suara, bahkan video bisa dimanipulasi.

2. Kualitas Deepfake Makin Ngeri

Kalau visual sudah nyaris sempurna, berikutnya adalah audio. Suara palsu akan makin realistis, dan siapa pun—bahkan tanpa keahlian teknis—bisa membuat deepfake hanya dengan beberapa klik.

3. Upaya Pelabelan Konten AI Terus Dikembangkan

Saat ini belum ada standar global untuk menandai konten buatan AI. Namun, ke depan, regulasi dan teknologi pendeteksi konten sintetis diprediksi akan bermunculan.

4. Deepfake Real-Time Tetap Berbahaya

Teknologi pertukaran wajah dan suara secara langsung memang belum populer, tapi untuk serangan yang ditargetkan, risikonya sangat besar. Penipuan via video call bisa jadi makin sulit dibedakan.

READ  Work Relationship Index HP 2025 Ungkap Krisis Keterikatan Kerja — Strategi OneHP Jadi Solusi Adaptasi di Era AI

5. Model Open-Source Makin Mirip Model Tertutup

AI open-source semakin canggih dan bisa menyaingi sistem berbayar. Bedanya, model ini minim pengamanan, sehingga lebih rawan disalahgunakan oleh pelaku kejahatan.

6. Batas Konten Asli dan Palsu Makin Kabur

Email phishing, website palsu, hingga branding visual kini bisa dibuat super profesional oleh AI. Sementara itu, perusahaan besar juga mulai memakai konten sintetis. Akibatnya? Sulit membedakan mana yang asli, mana yang tipu-tipu.

7. AI Jadi Senjata Utama di Setiap Tahap Serangan

Dari menyusun kode, mencari celah keamanan, sampai menyebarkan malware—semuanya bisa diotomatisasi oleh AI. Bahkan, penjahat siber akan berusaha menyamarkan jejak penggunaan AI mereka.

8. AI Mengubah Cara Kerja Tim Keamanan

Tim SOC (Security Operations Center) tak lagi harus mengumpulkan data manual. Sistem berbasis AI akan memindai, menganalisis, dan menyimpulkan ancaman secara otomatis lewat bahasa alami.

Kata Kaspersky

“AI membentuk ulang keamanan siber dari dua sisi. Penyerang menggunakannya untuk menciptakan serangan yang lebih canggih, sementara pihak bertahan mengandalkannya untuk mendeteksi dan merespons lebih cepat,” ujar Vladislav Tushkanov, Manajer Grup Pengembangan Riset Kaspersky, dalam keterangannya, 12/01/2026.

Sementara itu, Adrian Hia, Managing Director Kaspersky Asia Pasifik, menyebut APAC kini menjadi barometer global dalam adopsi AI.

“Asia Pasifik bukan hanya tumbuh cepat, tapi juga membentuk arah masa depan. Tantangannya adalah memastikan inovasi ini tetap aman,” katanya.

Tips Kaspersky Agar Bisnis Tak Jadi Korban

Untuk menghadapi era serba-AI ini, Kaspersky menyarankan perusahaan agar:

✔ Selalu update sistem dan software
✔ Batasi akses layanan jarak jauh seperti RDP
✔ Gunakan solusi keamanan canggih
✔ Pantau intelijen ancaman terbaru
✔ Rutin backup data dan simpan terpisah

READ  Hampir 5 Juta Upaya Phishing di Indonesia Diblokir Tahun Lalu

Tags: AI 2026Cyber SecurityDeepfakeKasperskyKeamanan Siber
Previous Post

Pasal 256 KUHP Baru Digugat ke MK

Next Post

Gelombang Protes Guncang Iran: Dari Krisis Ekonomi hingga Tuntutan Ganti Rezim

Next Post
gelombang-protes-iran-krisis-ekonomi-tuntutan-rezim

Gelombang Protes Guncang Iran: Dari Krisis Ekonomi hingga Tuntutan Ganti Rezim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Hadits Rasullulah tentang 7 Lapis Bumi Terbukti Oleh Sains

Hadits Rasullulah tentang 7 Lapis Bumi Terbukti Oleh Sains

31 Agustus 2023 | 13:13
IMF: Inflasi dan Investasi AI Jadi Risiko Ekonomi Global

IMF: Inflasi dan Investasi AI Jadi Risiko Ekonomi Global

23 September 2026 | 14:47
Kementerian PU Gelar OMC di Citarum Hadapi El Nino

Kementerian PU Gelar OMC di Citarum Hadapi El Nino

22 September 2026 | 14:38
Pemerintah Siapkan Perpres Tata Kelola Makan Bergizi, Dadan: Dukungan Sudah Mendesak

MBG Prioritaskan Indonesia Timur, BGN Siapkan Pola Khusus

23 September 2026 | 12:54
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00136/BEI/09-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Selain itu, berdasar SK Direksi BEI No. Kep-00137/BEI/09-2026, BEI juga akan melakukan penyesuaian karena perubahan pada Peraturan II-A, berdampak pada mekanisme Auto Rejection Unit Penyertaan DINFRA.

BEI Terapkan Kebijakan Baru Harga Minimum Saham Rp1

22 September 2026 | 13:31
Menurut Basnang, regulasi dan Telepontren tersebut dihadirkan agar kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren tidak boleh kembali terjadi. Namun demikian, pencegahan kekerasan di pesantren tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Pengasuh pesantren, kiai, ibu nyai, masyarakat, dan seluruh unsur di lingkungan pesantren perlu terlibat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi santri.

Kemenag Hadirkan Regulasi dan Telepontren Agar Kekerasan Seksual di Pesantren Tidak Lagi Terjadi

23 September 2026 | 10:57
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved