Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Rupiah Tembus Rp 16.877! BI Beri Penjelasan

by Teguh Imam Suyudi
14 Januari 2026 | 19:00
in Bisnis
rupiah-tembus-rp-16877-bi-buka-suara

Ilustrasi Uang dibuat ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menembus level psikologis. Pada Selasa (13/1/2026), rupiah di pasar spot tercatat melemah 0,13 persen ke level Rp 16.877 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah ditetapkan pada posisi Rp 16.875 per dolar AS di hari yang sama.

Pada perdagangan Rabu (14/1/2026), rupiah membuka sedikit menguat di level Rp 16.870, namun sentimen tekanan masih terasa.

Merespons pelemahan ini, Bank Indonesia (BI) akhirnya buka suara. Pihak bank sentral menyatakan kesiapannya menjaga stabilitas nilai tukar guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Tekanan Global dan Dampak Regional

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea, menjelaskan bahwa pergerakan mata uang global di awal 2026, termasuk rupiah, banyak dipengaruhi meningkatnya tekanan di pasar keuangan dunia.

“Tekanan tersebut bersumber dari eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed ke depan, di tengah kebutuhan valuta asing domestik yang meningkat pada awal tahun,” ujar Erwin dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).

Meski melemah, BI menilai tekanan pada rupiah masih sejalan dengan tren regional. Sejumlah mata uang negara berkembang lain juga tercatat terdepresiasi akibat sentimen global yang sama, seperti won Korea yang melemah 2,46 persen dan peso Filipina sebesar 1,04 persen.

Langkah Stabilisasi dan Fondasi Ekonomi yang Terjaga

Erwin menegaskan, stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga berkat intervensi yang konsisten dan terukur dari BI. Intervensi dilakukan baik di pasar off-shore melalui Non-Deliverable Forward (NDF) di Asia, Eropa, dan Amerika, maupun di pasar domestik melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

READ  Kiat Mudik Lebaran: Siapkan Bujet, Keamanan Kendaraan, dan Berasuransi

“Bank Indonesia akan terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan nilai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat,” tegas Erwin.

Di sisi lain, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia dinilai masih baik, terutama ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar saham. Pada Januari 2026, arus masuk bersihnya mencapai Rp 11,11 triliun.

Persepsi investor global terhadap Indonesia juga tetap positif. Hal ini tercermin dari premi risiko Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun yang berada pada level rendah sekitar 72 basis points (bps).

Ketahanan eksternal Indonesia juga dinilai kuat, dengan cadangan devisa pada akhir Desember 2025 mencapai 156,5 miliar dolar AS. Jumlah ini setara dengan pembiayaan untuk 6,4 bulan impor, sehingga menjadi buffer yang memadai untuk menghadapi gejolak pasar global.

Komitmen Jangka Panjang

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter yang prospektif guna memperkuat transmisi kebijakan dan menjaga likuiditas.

Tujuannya adalah mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, mencapai sasaran inflasi, dan tentu saja, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut.

Dengan fondasi ekonomi yang dinilai kuat dan langkah-langkah stabilisasi yang aktif, BI meyakini rupiah akan mampu melalui periode tekanan ini. Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing melakukan aksi spekulatif yang dapat memperparah volatilitas pasar.

Tags: Bank IndonesiaEkonomi IndonesiaRupiah Melemah
Previous Post

Akhirnya! Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Dibongkar

Next Post

Ramen YES Hadir, Sensasi Ramen Jepang Instan

Next Post
wings-food-luncurkan-ramen-yes-ramen-jepang-instan

Ramen YES Hadir, Sensasi Ramen Jepang Instan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

KB Bank kini terus melihat adanya ruang untuk meningkatkan kredit ke sektor tersebut apabila prospeknya tetap positif dan hasil analisis kredit menunjukkan kondisi yang memadai. Dengan demikian, ekspansi kredit ke sektor TPT dan garmen akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri serta kualitas calon debitur

KB Bank Siap Tingkatkan Kredit ke Sektor TPT dan Garmen

24 September 2026 | 15:13
Hery Susanto Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara

Hery Susanto Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara

25 September 2026 | 13:38
KPK Periksa 4 ASN Cirebon dan Tetapkan GM Hyundai sebagai Tersangka Suap PLTU

KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Penggeledahan Kanwil BPN Jatim

25 September 2026 | 15:49
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026

25 September 2026 | 12:52
Menurut Ashley kembali, risiko terhadap hati bergantung pada jenis vitamin yang dikonsumsi. Vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan vitamin B, akan dikeluarkan dari tubuh ketika dikonsumsi berlebihan. Lalu vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K, disimpan di hati dan jaringan lemak.

Minum Banyak Suplemen Berisiko Menyebabkan Cedera Hati

25 September 2026 | 14:25
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved