Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Resmi, Indonesia Ubah Ejaan Nama Negara Asing, Thailand Jadi Tailan

by Teguh Imam Suyudi
16 Januari 2026 | 22:00
in News
perubahan-ejaan-nama-negara-thailand-jadi-tailan

Ilustrasi Ruang Perpustakaan dibuat ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Indonesia resmi memperbarui ejaan sejumlah nama negara asing dalam bahasa Indonesia. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah perubahan penulisan Thailand menjadi Tailan dan Swiss menjadi Swis.

Kebijakan ini disampaikan dalam dokumen bernomor GEGN.2/2025/122/CRP.122 pada sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di New York, Amerika Serikat, yang berlangsung pada 28 April–2 Mei 2025.

Melalui forum tersebut, Indonesia mengajukan dan menetapkan penyesuaian ejaan nama negara agar lebih sesuai dengan sistem bunyi dan kaidah penulisan bahasa Indonesia, tanpa menyimpang dari ketentuan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selain Thailand dan Swiss, sejumlah nama negara lain juga mengalami penyesuaian, seperti Paraguay menjadi Paraguai, Afghanistan menjadi Afganistan, serta Bangladesh menjadi Banglades.

Inisiatif Sejak 2019

Proses standardisasi ini bukanlah kebijakan yang muncul tiba-tiba. Indonesia telah menginisiasinya sejak 2019, ketika delegasi Indonesia mengajukan daftar nama negara dan ibu kota dunia dalam sesi UNGEGN.

Upaya tersebut tercantum dalam dokumen berjudul Updated world country names: short and formal names, Submitted by Indonesia tertanggal 10 Maret 2025. Pada 2024, daftar tersebut kembali diperbarui dengan penyempurnaan ejaan berdasarkan kajian fonologi dan ortografi.

Tujuannya, memastikan penulisan nama negara asing dalam bahasa Indonesia lebih konsisten, mudah diucapkan, serta sesuai dengan kaidah kebahasaan nasional.

Penjelasan Badan Bahasa

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, membenarkan adanya perubahan tersebut. Ia mengatakan, kewenangan utama dalam penamaan geografis berada di tangan Badan Informasi Geospasial (BIG).

“BIG merupakan otoritas nasional untuk standardisasi nama geografis, termasuk nama negara asing, agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia,” ujar Hafidz dikutip dari pemberitaan sejumlah media nasional, Jumat (16/1/2026).

READ  Menkominfo Sebut Ada 7 Tugas yang Harus Segera Tuntas, Apa Saja?

Menurutnya, proses itu dilakukan melalui kerja sama lintas lembaga, melibatkan Badan Bahasa, Kementerian Luar Negeri, perguruan tinggi, serta pakar linguistik dalam Sidang Komisi Istilah.

Hafidz menjelaskan, perubahan ejaan seperti Thailand menjadi Tailan atau Paraguay menjadi Paraguai dilakukan berdasarkan pertimbangan sistem bunyi bahasa Indonesia.

“Ini bukan mengubah nama negara secara internasional, melainkan penyesuaian penulisannya dalam bahasa Indonesia,” kata dia.

Akan Masuk KBBI

Ia menambahkan, setelah disampaikan dan diterima dalam forum UNGEGN, bentuk ejaan baru tersebut akan dimasukkan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada edisi pemutakhiran berikutnya.

Namun, perubahan ini tidak berdampak pada penulisan nama negara dalam konteks diplomatik internasional yang tetap mengacu pada bahasa resmi masing-masing negara.

“Ini untuk kepentingan kebahasaan nasional, pendidikan, dan konsistensi penulisan di dalam negeri,” ujar Hafidz.

Versi Terbaru Asia Tenggara

Dalam dokumen itu, tercantum 194 negara yang telah distandarisasi. Untuk kawasan Asia Tenggara, beberapa di antaranya adalah Kerajaan Tailan (Tailan), Republik Filipina (Filipina), Republik Singapura (Singapura), serta Republik Demokratik Timor Leste (Timor Leste).

Pemerintah berharap, masyarakat dapat mulai membiasakan diri menggunakan bentuk ejaan yang sesuai kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan resmi, pendidikan, dan publikasi media.

Tags: Bahasa IndonesiaKBBIThailand Jadi Tailan
Previous Post

Net Buy Asing Tembus Rp 4,46 Triliun, Ini 10 Saham Paling Diborong Saat IHSG Cetak Rekor Baru

Next Post

Hasilkan Polusi, Kelistrikan Nasional Tidak Bisa Lagi Bertumpu Pada PLTU Batubara

Next Post
Karena Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 dan memiliki kewajiban menurunkan emisi sesuai target Nationally Determined Contribution, maka Komisi XII DPR RI mendorong langkah transisi, termasuk pemanfaatan co-firing biomassa di PLTU, guna menekan emisi dan konsumsi batubara.

Hasilkan Polusi, Kelistrikan Nasional Tidak Bisa Lagi Bertumpu Pada PLTU Batubara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

30-twibbon-tahun-baru-islam-1-muharram-1447h

30 Twibbon Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H Lengkap dengan Cara Download dan Unggahnya

24 Juni 2025 | 09:00
audi-s3-terbaru-indonesia-2026

Audi S3 Terbaru Meluncur di Indonesia, Performa Ganas 333 PS Ini Bikin Pengemudi Ketagihan!

7 April 2026 | 19:00
Menurut Agusman, OJK terus melakukan pemantauan terhadap UUS multifinance yang berpotensi memenuhi kriteria spin-off, sebagaimana diatur dalam POJK 46/2024. Dicatat, jumlah perusahaan multifinance syariah sebanyak 3 perusahaan. Jumlah ini masih sangat minim dibandingkan total perusahaan multifinance yang mencapai 144.

Semua UUS Multifinance Belum Penuhi Kriteria Spin Off

12 Juni 2026 | 11:32
indonesia-dibantai-jepang-0-6-kualifikasi-piala-dunia-2026

Pesta Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko Memukau Dunia

12 Juni 2026 | 08:00
Deepal S05 REEV dibekali baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 27,28 kWh yang memungkinkan kendaraan melaju hingga 170 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan metode pengujian NEDC. Saat daya baterai mulai berkurang, sistem range extender akan bekerja secara otomatis untuk menjaga pasokan energi. Dengan kombinasi baterai dan tangki bahan bakar penuh, kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.100 kilometer.

Changan Akan Luncurkan Deepal S05 REEV, Mobil Berteknologi Range Extender Electric Vehicle (REEV) Pertama di Indonesia

12 Juni 2026 | 16:27
korea-selatan-kalahkan-ceko-piala-dunia-2026

Korea Selatan Bangkit dan Taklukkan Ceko 2-1 pada Laga Kedua Grup A Piala Dunia 2026

12 Juni 2026 | 13:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved