Jakarta, CoreNews.id — Ajaib Sekuritas dalam riset hariannya (29/1/2026) menilai jika perbaikan masalah free float atau porsi saham yang benar-benar dimiliki publik dan aktif diperdagangkan, sebagaimana dikemukakan Morgan Stanley Capital International (MSCI), menjadi hal yang sangat penting. Bila tidak segera dilakukan, risiko peninjauan ulang klasifikasi pasar dinilai meningkat. Dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perintis (frontier market). Penurunan status dari pasar berkembang ke pasar perintis berpotensi berdampak signifikan terhadap aliran dana global.
Keputusan MSCI yang tidak menambahkan saham Indonesia dalam agenda rebalancing indeks Februari 2026, terbukti sangat berdampak pada kinerja IHSG. Pada Kamis (29/1/2026), IHSG dicatat anjlok lebih dari 7 persen pada awal perdagangan, setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 7,35 persen ke level 8.320. Kinerja IHSG juga dicatat melemah 3,77 persen secara year to date hingga 28 Januari 2026. Pelemahan ini yang terendah di kawasan ASEAN.*













