Jakarta, CoreNews.id – Kebiasaan begadang bukan sekadar bikin ngantuk keesokan harinya. Sebuah penelitian besar memperingatkan: begadang bisa menjadi “tiket” menuju peningkatan risiko serangan jantung dan stroke!
Studi dari American Heart Association yang melibatkan 300 ribu orang dewasa menemukan, orang yang terbiasa tidur larut memiliki risiko 16% lebih tinggi mengalami masalah kardiovaskular fatal dibanding “morning person“.
“Circadian misalignment atau ketidakselarasan jam biologis dengan aktivitas adalah akar masalahnya,” jelas peneliti utama, Sina Kianersi dari Harvard. Kondisi ini diperparah dengan pola hidup tidak sehat yang sering menyertai kebiasaan begadang, seperti pola makan buruk, merokok, dan tentu saja, kurang tidur itu sendiri.
Analisis menunjukkan, “night owl” memiliki kemungkinan 79% lebih tinggi mengalami kesehatan jantung yang buruk. Risiko ini disebutkan lebih kuat pada perempuan.
Namun, ada kabar baik. Profesor Kristen Knutson menegaskan, risiko ini datang dari perilaku yang bisa diubah. “Ini artinya peluang untuk memperbaiki kesehatan jantung masih terbuka,” ujarnya. Kuncinya adalah mengupayakan gaya hidup sehat dan kesadaran untuk memperbaiki kualitas tidur, meski memiliki kecenderungan begadang













