Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Delapan Negara Kecam Klaim Israel di Tepi Barat

by Teguh Imam Suyudi
17 Februari 2026 | 22:00
in News
trump-usulkan-gaza-jadi-zona-kebebasan-di-bawah-as

Jalur Gaza (Gambar: Dok. Wikipedia)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah Indonesia bersama tujuh negara lainnya mengecam keras keputusan Israel yang menetapkan sebagian wilayah pendudukan di Tepi Barat sebagai “tanah negara”. Sikap tersebut disampaikan para menteri luar negeri dari Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab.

Melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI di platform X, Selasa (17/2/2026), para menteri menyebut langkah tersebut sebagai tindakan ilegal yang berpotensi mempercepat aktivitas permukiman, perampasan lahan, serta memperkuat kendali sepihak Israel atas wilayah Palestina yang diduduki.

Selain menetapkan wilayah sebagai “tanah negara”, Israel juga menyetujui prosedur pendaftaran dan penyelesaian kepemilikan tanah di wilayah pendudukan Tepi Barat untuk pertama kalinya sejak 1967.

Dinilai Langgar Hukum Internasional

Para menteri menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV dan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2334. Mereka juga menyatakan keputusan itu bertentangan dengan Opini Penasihat Mahkamah Internasional (ICJ).

Dalam putusan sebelumnya, ICJ menekankan ketidaksahan tindakan yang mengubah status hukum, sejarah, dan demografis wilayah Palestina, serta menegaskan larangan perolehan wilayah melalui kekerasan.

Kebijakan Israel dinilai memaksakan realitas hukum dan administratif baru guna mengonsolidasikan kontrol atas wilayah pendudukan. Langkah tersebut dipandang melemahkan prospek solusi dua negara serta mengancam pembentukan negara Palestina merdeka.

Para menteri juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil langkah tegas menghentikan pelanggaran tersebut, serta mendukung terwujudnya negara Palestina berdasarkan garis perbatasan 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Sekjen PBB Turut Mengecam

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, turut mengecam keputusan Israel yang mengklasifikasikan sejumlah wilayah pendudukan di Tepi Barat sebagai “tanah negara”.

READ  Kolombia akan Tampung Korban Perang Gaza Palestina

Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres menyampaikan bahwa langkah tersebut berpotensi merampas hak milik warga Palestina dan memperluas kendali Israel atas wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan kehadiran Israel di wilayah pendudukan bukan hanya bersifat destabilisasi, tetapi juga melanggar hukum internasional sebagaimana diingatkan Mahkamah Internasional.

Guterres menyerukan agar Israel segera membatalkan langkah tersebut dan menjaga satu-satunya jalan menuju perdamaian yang langgeng, yakni solusi dua negara melalui perundingan sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB dan hukum internasional.

Latar Belakang Pembagian Wilayah

Berdasarkan Perjanjian Oslo II tahun 1993, wilayah Tepi Barat dibagi menjadi tiga area administratif, yakni Area A, B, dan C. Pembagian tersebut awalnya dimaksudkan sebagai pengaturan sementara menuju peralihan kendali kepada Otoritas Palestina.

Area A, sekitar 18 persen wilayah, berada di bawah kendali penuh Otoritas Palestina untuk urusan sipil dan keamanan. Area B (sekitar 22 persen) berada di bawah kendali sipil Palestina dengan keamanan bersama. Sementara Area C yang mencakup sekitar 60 persen wilayah berada di bawah kendali penuh Israel, baik sipil maupun keamanan.

Menurut Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok, lembaga pemerintah Palestina, sepanjang 2025 Israel melakukan 538 pembongkaran yang berdampak pada sekitar 1.400 rumah dan bangunan milik warga Palestina. Angka tersebut disebut sebagai peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Situasi ini dinilai semakin mengikis peluang terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan.

Tags: hukum internasionalPalestinaTepi Barat
Previous Post

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 2026 Jatuh Kamis

Next Post

Prabowo Mulai Misi Dagang di AS, Perkuat Diplomasi Ekonomi RI

Next Post
Prabowo Mulai Misi Dagang di AS, Perkuat Diplomasi Ekonomi RI

Prabowo Mulai Misi Dagang di AS, Perkuat Diplomasi Ekonomi RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Menurut Darianto, kondisi mereka secara umum sehat. Pihak Konsulat RI juga berencana untuk segera memulangkan para WNI tersebut ke tanah air dalam waktu dekat

Sembilan WNI yang Diculik Israel Sudah Dibebaskan

22 Mei 2026 | 11:19
Profil Siti Sarah, Istri Pertama Nabi Ibrahim AS

Profil Siti Sarah, Istri Pertama Nabi Ibrahim AS

11 Februari 2025 | 18:19
Menurut Fuad, nama Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia selanjutnya akan terus terdengar dalam setiap voice announcement perjalanan kereta. MITJ juga telah mengganti berbagai penanda stasiun, mulai dari papan petunjuk hingga informasi di rangkaian kereta.

Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia Resmi Jadi Nama Baru LRT Dukuh Atas

22 Mei 2026 | 16:53
Silsilah Nabi Ibrahim AS

Silsilah Nabi Ibrahim AS

10 Februari 2025 | 12:48
Perdagangan saham di BEI pagi ini dicatat memiliki total volume mencapai 1,99 miliar dengan nilai transaksi Rp 940 miliar. Dicatat pula, sebanyak 473 saham yang melemah, 74 saham yang menguat dan 129 saham yang stagnan. Banyaknya saham yang melemah yaitu 473 saham, menjadi pemberat IHSG

IHSG Kembali Turun Dratis Begitu Dibuka ke 5.980

22 Mei 2026 | 10:56
Puan Tegaskan Kritik PDI-P untuk Prabowo Bersifat Konstruktif

Puan Tegaskan Kritik PDI-P untuk Prabowo Bersifat Konstruktif

22 Mei 2026 | 13:47
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved