Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario terkait keberangkatan calon jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan mulai 22 April 2026. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya eskalasi keamanan di Timur Tengah akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi memengaruhi keamanan penerbangan.
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemerintah telah menyiapkan empat skenario untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Salah satunya adalah perubahan rute penerbangan menuju Arab Saudi jika kondisi keamanan di jalur penerbangan utama dinilai tidak aman.
“Kami sudah siapkan ada empat skenario. Misalnya jika jaminan keamanan penerbangan terganggu maka rute penerbangan bisa berubah,” kata Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Rute alternatif yang dipertimbangkan antara lain melalui jalur selatan atau melintasi wilayah Afrika. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kemungkinan penundaan keberangkatan jika situasi dinilai membahayakan keselamatan jemaah.
Dahnil menegaskan Presiden Prabowo Subianto memberi arahan agar keselamatan jemaah haji menjadi prioritas utama dalam setiap skenario yang disiapkan pemerintah.













