Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

AI Tak Selalu Mengancam: Riset Snowflake Ungkap Penciptaan Lapangan Kerja Justru Lebih Tinggi

by Teguh Imam Suyudi
20 Maret 2026 | 22:00
in Humaniora
ntt-data-pabrik-ai

Ilustrasi Pabrik AI (Gambar: Dok. NTT Data)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Teknologi kecerdasan buatan (AI) kerap dituding sebagai ancaman bagi lapangan kerja. Namun, riset terbaru dari Snowflake justru menunjukkan gambaran yang lebih kompleks—dan cenderung positif.

Dalam laporan bertajuk “The ROI of Gen AI and Agents”, Snowflake bersama Omdia menemukan bahwa 77 persen organisasi di dunia mengalami peningkatan perekrutan akibat AI, dibandingkan 46 persen yang melaporkan pengurangan tenaga kerja.

AI Lebih Banyak Ciptakan Pekerjaan

Temuan ini menegaskan bahwa dampak AI tidak sesederhana menggantikan manusia. Dari organisasi yang mengalami perekrutan sekaligus pemangkasan, 69 persen menyatakan dampak bersih AI tetap positif terhadap tenaga kerja.

Peran teknis menjadi sektor yang paling diuntungkan, terutama di bidang:

  • IT operations (56 persen melaporkan penambahan pekerjaan)
  • Keamanan siber (46 persen)
  • Pengembangan perangkat lunak (38 persen)

Namun, AI juga mendorong efisiensi yang berdampak pada pengurangan tenaga kerja di beberapa area, seperti:

  • Layanan pelanggan
  • Analisis data
  • Operasional IT

“Artinya, AI tidak sekadar menghapus pekerjaan, tetapi mengubah struktur dan kebutuhan tenaga kerja,” dikutip dari siaran pers, 18/3/2026.

ROI AI Tinggi, Tapi Tantangan Masih Besar

Secara global, investasi AI menunjukkan hasil menjanjikan. Organisasi melaporkan imbal hasil sekitar 1,49 dolar untuk setiap 1 dolar yang diinvestasikan.

Namun, hampir seluruh responden (96 persen) mengaku masih menghadapi kendala besar, terutama:

  • Kualitas dan kesiapan data
  • Kurangnya keterampilan SDM
  • Integrasi dengan sistem lama
  • Tata kelola data (data governance)

Bahkan, hanya 7 persen data tidak terstruktur yang benar-benar siap digunakan untuk AI.

Singapura Tertinggal dalam Hasil Nyata

Menariknya, riset ini menyoroti kondisi di Singapura. Meski adopsi AI cukup tinggi, hasil nyatanya belum optimal.

  • Hanya 33 persen perusahaan di Singapura yang melaporkan ROI terukur dari AI
  • Angka ini jauh di bawah rata-rata global sebesar 49 persen
  • Alokasi anggaran AI juga hanya 15 persen, terendah secara global
READ  Daftar Kuota Jemaah Haji Reguler 2025 per Provinsi

Selain itu, organisasi di Singapura masih kesulitan menentukan use case AI yang tepat, dengan 32 persen responden mengakuinya—lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.

AI Akan Membentuk Masa Depan Kerja

Snowflake menegaskan bahwa masa depan kerja akan ditentukan oleh perusahaan yang mampu:

  • Mengintegrasikan AI ke operasi inti
  • Membangun fondasi data yang kuat
  • Meningkatkan keterampilan tenaga kerja

Alih-alih sekadar eksperimen, AI kini telah menjadi bagian dari operasional bisnis, termasuk dalam pengembangan kode, di mana sekitar 48 persen kode saat ini dihasilkan oleh AI.

Kesimpulannya, AI bukan sekadar ancaman, melainkan katalis transformasi dunia kerja—menciptakan peluang baru sekaligus menuntut adaptasi besar-besaran.


Tags: Artificial IntelligenceDunia KerjateknologiTransformasi Digital
Previous Post

Tugu Insurance Siaga 24 Jam Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Layanan Darurat yang Wajib Diketahui Pemudik!

Next Post

Presiden Prabowo Meninjau Huntara Untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Next Post
Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dicatat memprioritaskan pembangunan huntara di Aceh Tamiang. Kementerian PU dicatat telah membangun sedikitnya 20 blok huntara yang terdiri atas sekitar 240 hunian di dua lokasi berbeda, yakni Desa Bundar dan satu lokasi lainnya

Presiden Prabowo Meninjau Huntara Untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Rekayasa Lalu Lintas Mendukung Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A

Rekayasa Lalu Lintas Mendukung Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A

6 Oktober 2026 | 12:58
INACRAFT On October 2026 Siap Digelar, Bawa Teknologi ke Industri Kriya

INACRAFT On October 2026 Siap Digelar, Bawa Teknologi ke Industri Kriya

6 Oktober 2026 | 18:36
selat-gibraltar-dan-mukjizat-alquran

Selat Gibraltar: Pertemuan Dua Lautan yang Menakjubkan

18 Agustus 2025 | 13:00
pompa-air-tenaga-surya-samosir-pertanian-rendah-karbon

Pompa Surya Samosir Dukung Pertanian Rendah Karbon

5 Oktober 2026 | 17:00
Kini sekalipun syarat penerima BSU 2026 belum ada, pekerja sebaiknya tidak menjadikan syarat BSU 2025 sebagai patokan final untuk menentukan status penerimaan BSU 2026. Pekerja lebih disarankan terus memantau link BSU 2026 resmi di bsu.kemnaker.go.id untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kriteria penerima, mekanisme pengecekan dan jadwal pencairan.

Cek Penerima BSU 2026 Sebesar Rp900.000, Kunjungi bsu.kemnaker.go.id

5 Oktober 2026 | 17:04
menarasikan-kembali-ekonomi-pancasilanya-mubyarto

Menarasikan Kembali Ekonomi Pancasilanya Mubyarto

23 Agustus 2026 | 13:20
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved