Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Kemenag Usul Tambahan Rp24,8 Triliun, Pendidikan Keagamaan Ingin Setara Sekolah Umum

by Teguh Imam Suyudi
5 April 2026 | 19:00
in Humaniora
kemenag-lantik-pppk-terbanyak-dan-gaji-pppk-2025

Ilustrasi: Kemenag (Gambar: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Kementerian Agama (Kemenag) mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp24,8 triliun untuk tahun 2026. Dana fantastis ini akan difokuskan pada upaya besar: menyetarakan kualitas pendidikan keagamaan dengan sekolah umum di Indonesia.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, secara terbuka menyatakan bahwa selama ini masih ada ketimpangan yang signifikan antara madrasah dan sekolah umum. Ia bertekad menghapus jurang perbedaan tersebut.

“Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/4/2026).

Revitalisasi hingga Digitalisasi Jadi Prioritas

Menag merinci, usulan tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan pada sejumlah program strategis. Yang paling menyita perhatian adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan sebesar Rp13,7 triliun dan Digitalisasi Pembelajaran sebesar Rp10,9 triliun.

Selain itu, terdapat alokasi untuk Bantuan Buku Tulis Gratis sebesar Rp159 miliar, dan Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi sebesar Rp22,9 miliar.

“Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pendidikan di sekolah umum maupun sekolah keagamaan. Semuanya harus setara, karena ini menyangkut hak anak bangsa untuk masa depan mereka,” tegasnya.

7.131 Lembaga Bakal Tersentuh Revitalisasi

Fokus utama dari usulan ini adalah perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) yang dinilai mendesak. Anggaran revitalisasi sebesar Rp13,7 triliun direncanakan akan menyasar 7.131 lembaga satuan pendidikan.

Rinciannya terdiri dari:

  • 6.973 madrasah
  • 128 sekolah Kristen
  • 13 sekolah Katolik
  • 9 sekolah Hindu
  • 8 sekolah Buddha

Menag menyoroti kondisi bangunan madrasah yang saat ini masih banyak membutuhkan perbaikan serius. Menurutnya, kualitas sarpras adalah cerminan nyata keberpihakan negara terhadap pendidikan keagamaan.

Ironis! Jangkauan MBG di Madrasah Masih 10-12 Persen

Sorotan lain yang tak kalah penting adalah ketimpangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, jangkauan MBG di lingkungan madrasah dan pondok pesantren baru mencapai 10-12 persen. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan sekolah umum yang diproyeksikan segera menyentuh 80 persen.

READ  Sejarah Nabi Ayyub AS

“Padahal, jika melihat kondisi ekonomi, anak-anak madrasah dan santri di pondok pesantren sangat membutuhkan dukungan ini. Kami berharap jangkauannya ditingkatkan,” ujar Menag.

Ia bahkan menambahkan bahwa pondok pesantren memiliki ekosistem yang paling siap dalam menjalankan program MBG.

“Di pesantren hampir tidak ada kasus risiko kesehatan terkait pangan, karena mereka sudah terbiasa dengan pola dapur mandiri dan makan bersama. Ini adalah model yang sangat aman dan efektif,” pungkasnya.

Menag berharap usulan anggaran sebesar Rp24,8 triliun ini dapat dipahami dan disetujui demi mengakselerasi peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui jalur pendidikan keagamaan yang unggul dan inklusif.

Tags: anggaran pendidikanKemenagMadrasah SetaraNasaruddin umar
Previous Post

Heboh Benda Terang Meledak di Langit Lampung! BRIN Ungkap Faktanya

Next Post

JK Bantah Keras Tudingan Danai Kasus Ijazah Jokowi Rp5 M, Siap Lapor ke Bareskrim!

Next Post
jk-bantah-danai-ijazah-jokowi

JK Bantah Keras Tudingan Danai Kasus Ijazah Jokowi Rp5 M, Siap Lapor ke Bareskrim!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Perbedaan Usia Pensiun Polri Digugat ke MK, Pemohon Minta Disamakan 58 Tahun

Perbedaan Usia Pensiun Polri Digugat ke MK, Pemohon Minta Disamakan 58 Tahun

12 Oktober 2026 | 15:45
Sebagai informasi, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap 14 orang, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian dan sejumlah pihak swasta. Pada 14 Oktober 2026, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah: Bima Setiawan, adik sekaligus Tenaga Ahli Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB Gabriel Purwaka Sigit, Tenaga Ahli Kepala BNPB Richard Erlangga, serta dua pihak swasta, Syifa Nrika Ghifarin dan Gery Prasetiawan

Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Berdasar Penelusuran KPK Sudah Terjadi Sejak 2022

15 Oktober 2026 | 11:38
Prof. Ahmad Tholabi Kharlie: Santri Harus Menguasai Kitab Sekaligus Teknologi

Jaga Integritas Ilmiah di Era Kecerdasan Artifisial, Prof Tholabi Dorong Pembaruan Etika Akademik Perguruan Tinggi

15 Oktober 2026 | 15:38
Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita KSAD

Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita KSAD

15 Oktober 2026 | 16:47
phapros-peduli-bantuan-korban-bencana-indonesia

Phapros Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana di Indonesia

14 Oktober 2026 | 08:00
Ekspor Kopi dan Kakao Menguat, TEI 2026 Hadirkan Zona KoTeKa

Ekspor Kopi dan Kakao Menguat, TEI 2026 Hadirkan Zona KoTeKa

13 Oktober 2026 | 10:23
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved