Jakarta, CoreNews.id – Kementerian Pertanian menguji penggunaan biodiesel B50 pada alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pengembangan biofuel menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. “Sebanyak 5,3 juta ton CPO kita konversi menjadi biofuel. Artinya, tahun ini kita tidak impor solar,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Program B50 juga dinilai meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri serta mendukung modernisasi pertanian. Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Fadjry Djufry mengatakan pihaknya mengembangkan bioreaktor biodiesel hybrid untuk menghasilkan bahan bakar yang stabil.
Pengujian alsintan dilakukan bersama LEMIGAS pada traktor dan pompa air. Hasilnya, biodiesel B50 menunjukkan performa stabil tanpa dampak negatif pada mesin.













