Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan tiga elemen penting dalam menghadapi disrupsi global, yakni penguatan sains dan teknologi, sinergi lintas sektor, serta kolaborasi internasional.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, Brian menyebut dunia tengah berada dalam fase ketidakpastian yang memengaruhi berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, impor, energi, hingga rantai pasok global.
Dinamika Global dan Posisi Indonesia
Menurut Brian, Indonesia memiliki posisi yang relatif kuat di tengah dinamika tersebut. Namun, kesiapan nasional tetap perlu ditingkatkan agar mampu merespons perubahan global secara cepat, terukur, dan strategis.
“Teknologi serta pengembangan ilmu pengetahuan akan menjadi fondasi penting dalam pembangunan ke depan,” ujarnya.
Fondasi Jangka Panjang
Ia menekankan bahwa tantangan global tidak cukup dijawab melalui kebijakan jangka pendek. Diperlukan pembangunan fondasi jangka panjang melalui penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, serta transformasi struktural.
Langkah ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan kemandirian strategis nasional, terutama pada sektor rentan seperti energi.
Penguatan Ekosistem Riset
Brian menambahkan, penguatan ekosistem sains dan teknologi menjadi kunci dalam menjawab tantangan global. Keterhubungan antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dan industri perlu terus diperkuat.
“Riset dan inovasi harus berkontribusi nyata dalam perumusan kebijakan dan penyelesaian persoalan strategis bangsa,” katanya.
Ia juga mendorong para pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi melalui pertemuan lintas sektor guna menghasilkan langkah konkret dalam menjaga ketahanan nasional.












