Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Mendiktisaintek Tekankan Tiga Kunci Hadapi Disrupsi Global: Sains, Sinergi, dan Kolaborasi Internasional

Brian Yuliarto menilai penguatan ekosistem sains dan teknologi serta kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama menjaga daya tahan nasional di tengah ketidakpastian global.

by Teguh Imam Suyudi
26 April 2026 | 20:00
in Humaniora
kemdiktisaintek-minta-kampus-serius-bina-maba-usai-kasus-unsri

Ilustrasi Mahasiswa (Gambar: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan tiga elemen penting dalam menghadapi disrupsi global, yakni penguatan sains dan teknologi, sinergi lintas sektor, serta kolaborasi internasional.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, Brian menyebut dunia tengah berada dalam fase ketidakpastian yang memengaruhi berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, impor, energi, hingga rantai pasok global.

Dinamika Global dan Posisi Indonesia

Menurut Brian, Indonesia memiliki posisi yang relatif kuat di tengah dinamika tersebut. Namun, kesiapan nasional tetap perlu ditingkatkan agar mampu merespons perubahan global secara cepat, terukur, dan strategis.

“Teknologi serta pengembangan ilmu pengetahuan akan menjadi fondasi penting dalam pembangunan ke depan,” ujarnya.

Fondasi Jangka Panjang

Ia menekankan bahwa tantangan global tidak cukup dijawab melalui kebijakan jangka pendek. Diperlukan pembangunan fondasi jangka panjang melalui penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, serta transformasi struktural.

Langkah ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan kemandirian strategis nasional, terutama pada sektor rentan seperti energi.

Penguatan Ekosistem Riset

Brian menambahkan, penguatan ekosistem sains dan teknologi menjadi kunci dalam menjawab tantangan global. Keterhubungan antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dan industri perlu terus diperkuat.

“Riset dan inovasi harus berkontribusi nyata dalam perumusan kebijakan dan penyelesaian persoalan strategis bangsa,” katanya.

Ia juga mendorong para pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi melalui pertemuan lintas sektor guna menghasilkan langkah konkret dalam menjaga ketahanan nasional.


READ  Bazar Buku Murah Depok 2025: Diskon Besar & Acara Seru
Tags: Disrupsi GlobalKolaborasi InternasionalSains Teknologi
Previous Post

Konser “Badai Pasti Berlalu” Hidupkan Nostalgia Karya Erros Djarot di Balai Sarbini

Next Post

Pemda DIY Beri Pendampingan Psikososial bagi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha

Next Post
Ilustrasi Anak Sedang Makan Dibuat oleh Kecerdasan Buatan

Pemda DIY Beri Pendampingan Psikososial bagi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

30-twibbon-tahun-baru-islam-1-muharram-1447h

30 Twibbon Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H Lengkap dengan Cara Download dan Unggahnya

24 Juni 2025 | 09:00
audi-s3-terbaru-indonesia-2026

Audi S3 Terbaru Meluncur di Indonesia, Performa Ganas 333 PS Ini Bikin Pengemudi Ketagihan!

7 April 2026 | 19:00
Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo, Siapkan SDM Berdaya Saing Global

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo, Siapkan SDM Berdaya Saing Global

15 Juni 2026 | 08:00
qatar-vs-swiss-imbang

Qatar Curi Poin Dramatis, Tahan Imbang Swiss 1-1 Lewat Gol Injury Time di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 | 09:00
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
Menurut Tulus, pendekatan tersebut menghadirkan terobosan baru dalam pengembangan teknologi fotovoltaik dengan mengadopsi mekanisme fotosintesis alami yang efisien dan aman karena bakteri yang digunakan tidak bersifat patogen. Teknologi ini juga masuk kategori sel surya generasi ketiga atau third-generation solar cells yang tergolong emerging photovoltaics, khususnya bio-solar cell, dengan keunggulan menggunakan material ramah lingkungan, diproses pada suhu rendah, dan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah.

BRIN Kembangkan Teknologi Sel Surya Berbasis Pigmen Fotosintesis Bakteri Ungu

15 Juni 2026 | 11:54
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved