Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Penataan Prodi Jangan Abaikan Dimensi Nilai, Akademisi Soroti Peran Perguruan Tinggi sebagai Penjaga Etika dan Peradaban

by Miroji
1 Mei 2026 | 18:45
in Nasional, Opini
Penataan Prodi Jangan Abaikan Dimensi Nilai, Akademisi Soroti Peran Perguruan Tinggi sebagai Penjaga Etika dan Peradaban

sumber foto: dok. pribadi Ahmad Tholabi Kharlie

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Wacana penataan program studi (prodi) di perguruan tinggi kembali mengemuka dan memicu perdebatan publik. Di tengah dorongan untuk menyesuaikan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri, sejumlah akademisi mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengabaikan dimensi nilai yang menjadi fondasi utama pendidikan.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik, Ahmad Tholabi Kharlie, menilai bahwa diskursus mengenai relevansi prodi perlu diperluas, tidak hanya dalam konteks ekonomi dan industri, tetapi juga dalam kerangka etika, kebudayaan, dan peradaban.

“Perguruan tinggi bukan sekadar institusi yang menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga ruang pembentukan nilai dan karakter. Ini yang tidak boleh diabaikan dalam wacana penataan prodi,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Menurut Tholabi, pendidikan tinggi memiliki mandat ganda: mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus membentuk manusia yang memiliki kedalaman moral dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks ini, disiplin ilmu seperti filsafat, ilmu agama, dan humaniora memainkan peran yang tidak tergantikan.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi yang pesat tanpa diimbangi dengan fondasi etika justru berpotensi menimbulkan persoalan baru. Karena itu, keberadaan prodi-prodi yang berorientasi pada pembentukan nilai tetap memiliki relevansi strategis.

“Teknologi tanpa etika bisa melahirkan krisis kemanusiaan. Di sinilah peran ilmu-ilmu nilai menjadi sangat penting,” katanya.

Dalam pandangannya, penyederhanaan relevansi prodi hanya pada aspek ekonomi berisiko menggeser orientasi pendidikan tinggi menjadi terlalu pragmatis. Padahal, sejarah menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan teknologinya, tetapi juga oleh kualitas nilai yang menopangnya.

Lebih jauh, Tholabi menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki fungsi sebagai penjaga nalar kritis dan moral publik. Fungsi ini tidak dapat dijalankan jika keragaman disiplin ilmu dipersempit hanya pada bidang-bidang yang dianggap memiliki nilai ekonomi langsung.

READ  Guru Besar UIN Jakarta Dorong Revisi UU Pemilu untuk Demokrasi yang Bermartabat

“Perguruan tinggi harus tetap menjadi ruang yang merawat akal sehat publik dan etika sosial. Itu bagian dari kontribusi besar pendidikan tinggi bagi bangsa,” ujarnya.

Transformasi Tetap Menjaga Mandat Nilai

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa penataan program studi merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang dilakukan secara komprehensif, bukan sekadar penghapusan prodi.

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah tetap menempatkan pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan penguatan daya kritis sebagai mandat utama perguruan tinggi. Transformasi dilakukan melalui penguatan kurikulum berbasis kompetensi, pembelajaran berbasis proyek, serta kolaborasi lintas disiplin.

Selain itu, bidang ilmu sosial, humaniora, dan keagamaan tetap dipandang sebagai komponen penting dalam sistem pendidikan tinggi nasional, seiring dengan penguatan bidang sains dan teknologi.

Penegasan ini dinilai penting untuk meluruskan persepsi publik yang cenderung melihat penataan prodi sebagai langkah eliminatif semata.

Menjaga Keseimbangan antara Teknologi dan Etika

Tholabi menilai, tantangan terbesar pendidikan tinggi ke depan adalah menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kedalaman nilai. Dalam era disrupsi, kemampuan teknis memang penting, tetapi tidak cukup tanpa landasan etika yang kuat.

“Bangsa ini membutuhkan ilmuwan dan profesional yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kepekaan sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan tinggi harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mampu menciptakan teknologi, tetapi juga memahami dampak sosial dan moral dari teknologi tersebut.

Dalam konteks Indonesia yang majemuk, keberadaan ilmu-ilmu berbasis nilai menjadi semakin relevan untuk menjaga harmoni sosial dan memperkuat identitas kebangsaan.

“Keragaman kita membutuhkan fondasi nilai yang kuat. Di sinilah peran pendidikan tinggi menjadi sangat strategis,” kata Tholabi.

READ  Wakil Rektor UIN Jakarta: HIMAPOL Harus Jadi Mercusuar Intelektual

Melampaui Logika Pasar

Perdebatan mengenai relevansi prodi, menurut Tholabi, seharusnya tidak terjebak pada logika pasar semata. Pendidikan tinggi memiliki horizon yang lebih luas, yaitu menyiapkan masa depan peradaban yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa kebijakan penataan prodi perlu mempertimbangkan dimensi jangka panjang, termasuk dampaknya terhadap kualitas kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

“Jika kita hanya mengikuti logika pasar, kita mungkin efisien secara ekonomi, tetapi belum tentu kuat sebagai peradaban,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, pendidikan tinggi diharapkan mampu menjalankan fungsinya secara utuh: sebagai pusat pengembangan ilmu, pembentukan karakter, sekaligus penjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Perdebatan ini pun diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan industri, tetapi juga visioner dalam menjaga arah perkembangan bangsa.

Dalam kerangka tersebut, penataan program studi semestinya dipahami bukan sebagai upaya penyempitan, melainkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun manusia dan peradaban.

Tags: Ahmad Tholabi KharlieGuru Besar UIN JakartaPenataan ProdiUIN Jakarta
Previous Post

Pameran Indonesia Supply Chain Resmi Diluncurkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
Pos Indonesia Integrated National Distribution

Pos Indonesia Bertransformasi Jadi Perusahaan Logistik, Usung Logo Baru POSInd

3 Agustus 2024 | 17:00
Pameran Indonesia Supply Chain Resmi Diluncurkan

Pameran Indonesia Supply Chain Resmi Diluncurkan

1 Mei 2026 | 08:17
Penataan Prodi Jangan Abaikan Dimensi Nilai, Akademisi Soroti Peran Perguruan Tinggi sebagai Penjaga Etika dan Peradaban

Penataan Prodi Jangan Abaikan Dimensi Nilai, Akademisi Soroti Peran Perguruan Tinggi sebagai Penjaga Etika dan Peradaban

1 Mei 2026 | 18:45
Ilustrasi Kapal Kargo di Pelabuhan Dibuat oleh Kecerdasan Buatan

China Terapkan Tarif Nol Persen untuk 53 Negara Afrika, Dorong Perdagangan Global

30 April 2026 | 18:00
Profil Siti Sarah, Istri Pertama Nabi Ibrahim AS

Profil Siti Sarah, Istri Pertama Nabi Ibrahim AS

11 Februari 2025 | 18:19
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved