Jakarta, CoreNews.id – Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menilai Dapur MBG Universitas Hasanuddin sebagai model ideal integrasi riset akademik dan implementasi program gizi nasional. Ketua Umum DPP APPMBGI, Abdul Rivai Ras, menyebut konsep tersebut mampu menjadi rujukan pengembangan dapur MBG di berbagai daerah.
“Ini bukan hanya dapur operasional, tetapi laboratorium hidup tempat riset, inovasi, dan praktik bertemu,” ujar Rivai dalam keterangan pers, Senin (4/5). Ia menilai selama ini banyak riset berhenti di kampus, sementara praktik lapangan berjalan tanpa basis ilmiah kuat.
Model teaching factory yang diterapkan dinilai mampu menjembatani kesenjangan tersebut dengan melibatkan mahasiswa, peneliti, dan praktisi secara langsung.
Menurutnya, kedekatan pusat pembelajaran dan produksi mempercepat inovasi, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat mutu program secara berkelanjutan. APPMBGI pun mendorong kolaborasi kampus, pemerintah, dan pelaku usaha agar model ini diterapkan secara nasional.













