Jakarta, CoreNews.id — Bank Mandiri beri surat penawaran pemberian kredit tertanggal 17 April 2026, berupa tambahan standby letter of credit (SBLC) sebesar US$ 3,16 juta, Kredit Investasi 3 senilai Rp 17,5 miliar, dan kredit investasi 4 sebesar Rp 10 miliar kepada PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS). Dana tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional, modal kerja, serta belanja modal mesin dan peralatan.
Hal tersebut berdasar keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), (4/5/2026). Sebagai bagian dari transaksi, CGAS bersama sejumlah pihak terafiliasi akan menjaminkan aset kepada Bank Mandiri. Pihak terafiliasi yang terlibat antara lain PT Petro Asia Energy, PT Dharma Mulia Jaya, PT Cipta Rizqi Energi, dan PT Cipta Nyata Gemilang. Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sekaligus transaksi material.
Adapun nilai rencana transaksi dicatat sebesar Rp 80,85 miliar. Angka tersebut setara 28,93% dari ekuitas CGAS per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp 279,51 miliar. Sementara itu, berdasar laporan pendapat kewajaran, KJPP Herman Meirizki dan Rekan menilai fasilitas pembiayaan dari Bank Mandiri masih berada dalam kisaran pasar. Di mana, suku bunga kredit investasi berada pada level 8,90%, sedangkan hasil pembanding menunjukkan kisaran bunga pasar 7,11% hingga 9%. Demikian pula fasilitas SBLC, bunga tercatat 1% per tahun, juga dinilai masih kompetitif dibanding kisaran pasar 1,25% sampai 2% per tahun.*












