Los Angeles, CoreNews.id — Penyelenggara ajang penghargaan Golden Globe Awards mengumumkan aturan baru bahwa penampilan aktor secara substansial yang dihasilkan atau diciptakan oleh kecerdasan buatan tidak akan memenuhi syarat untuk masuk nominasi. Namun demikian, penggunaan AI untuk membantu atau menyempurnakan penampilan seorang aktor tidak otomatis membuat karya tersebut didiskualifikasi. Dalam artian, penampilan utama tetap harus berasal dari manusia asli.
Pedoman baru tersebut dikutip dari Malay Mail, Jumat (8/5/2026). Menurut aturan tersebut pula, penggunaan AI untuk peningkatan teknis atau kosmetik, seperti membuat aktor tampak lebih muda atau lebih tua, maupun modifikasi visual lainnya, masih dimungkinkan. Syaratnya, penampilan dasar tetap berasal dari aktor yang dikreditkan dan AI tidak menggantikan atau mengubah secara material performa sang aktor.
Langkah penyelenggara Golden Globe Awards tersebut dicatat mengikuti langkah serupa yang diambil Academy Awards atau Oscar. Academy of Motion Picture Arts and Sciences selaku penyelenggara Oscar, dicatat memperketat penggunaan AI di industri perfilman. Pihak Academy menegaskan bahwa hanya penampil manusia nyata, bukan avatar AI mereka, yang berhak bersaing memperebutkan penghargaan Oscar. Selain itu, naskah film juga harus ditulis oleh manusia, bukan chatbot berbasis AI.*













