Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Setengah Orang Dewasa Pernah Jadi Korban Tech-Enabled Abuse, Banyak yang Tak Menyadarinya

Laporan terbaru Kaspersky mengungkap hampir separuh responden global pernah mengalami pelanggaran yang difasilitasi teknologi, mulai dari penguntitan digital hingga doxing.

by Teguh Imam Suyudi
21 Mei 2026 | 17:00
in Tekno
6-kebiasaan-sehari-hari-rusak-mata

Ilustrasi Karyawan (Gambar: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Ancaman pelanggaran yang difasilitasi teknologi atau tech-enabled abuse semakin meningkat di berbagai negara. Namun, sebagian besar korban ternyata tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami bentuk kekerasan digital tersebut.

Laporan terbaru Kaspersky mengungkapkan sebanyak 45,7 persen responden global pernah mengalami setidaknya satu bentuk tech-enabled abuse dalam 12 bulan terakhir. Ironisnya, hanya 32 persen responden yang memahami arti istilah tersebut.

Tech-enabled abuse merupakan tindakan negatif yang diperkuat teknologi digital, seperti ponsel pintar, media sosial, hingga platform daring. Bentuknya beragam, mulai dari pelecehan online, pengucilan digital, penguntitan siber, pencurian identitas, hingga pemantauan tanpa izin.

Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

Profesor Madya UCL Computer Science sekaligus Head of Gender and Tech Research Lab, Dr Leonie Maria Tanczer, mengatakan rendahnya pemahaman publik membuat banyak kasus tidak dikenali maupun dilaporkan.

“Kurangnya kejelasan mengenai bentuk penyalahgunaan berbasis teknologi membuat banyak pengalaman korban tidak disebutkan dan tidak mendapatkan dukungan,” ujarnya, 20/5/2026.

Studi Kaspersky juga menunjukkan bahwa korban umumnya mengalami lebih dari satu bentuk pelanggaran digital. Rata-rata responden menghadapi 2,7 jenis perilaku penyalahgunaan berbeda.

Bentuk ancaman yang paling umum adalah pemblokiran atau pengucilan digital dengan tujuan merugikan korban sebesar 16,7 persen. Selain itu, 15,1 persen responden mengaku menerima pesan bernada kasar dan menyinggung.

Ancaman Stalkerware Meningkat

Kaspersky juga menyoroti peningkatan ancaman stalkerware, yakni perangkat lunak yang memungkinkan pelaku memata-matai aktivitas korban melalui perangkat seluler.

Melalui aplikasi tersebut, pelaku dapat memantau lokasi, pesan singkat, riwayat panggilan, hingga aktivitas internet korban secara diam-diam.

Sepanjang 2024–2025, lebih dari 34.000 pengguna terdeteksi terdampak stalkerware di lebih dari 160 negara. Rusia, Brasil, dan India menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi.

READ  NTT DATA Luncurkan Cyber Defense Center Berbasis AI

Peneliti Keamanan Utama Kaspersky, Tatyana Shishkova, mengatakan sebagian besar korban tidak menyadari perangkat mereka sedang diawasi.

Karena itu, pengguna disarankan memakai aplikasi keamanan terpercaya, menggunakan kata sandi kuat, serta mewaspadai tanda-tanda seperti baterai cepat habis dan munculnya aplikasi asing pada perangkat.

Kaspersky juga mendorong kolaborasi global melalui Coalition Against Stalkerware untuk membantu korban kekerasan digital dan penguntitan siber.

Tags: Cyber SecurityKasperskyTech Enabled Abuse
Previous Post

IAEI Lantik 13 Komisariat Baru di Wilayah Jabodetabek Demi Majukan Ekonomi Syariah

Next Post

IHSG Kembali Turun Dratis Begitu Dibuka ke 5.980

Next Post
Perdagangan saham di BEI pagi ini dicatat memiliki total volume mencapai 1,99 miliar dengan nilai transaksi Rp 940 miliar. Dicatat pula, sebanyak 473 saham yang melemah, 74 saham yang menguat dan 129 saham yang stagnan. Banyaknya saham yang melemah yaitu 473 saham, menjadi pemberat IHSG

IHSG Kembali Turun Dratis Begitu Dibuka ke 5.980

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

audi-s3-terbaru-indonesia-2026

Audi S3 Terbaru Meluncur di Indonesia, Performa Ganas 333 PS Ini Bikin Pengemudi Ketagihan!

7 April 2026 | 19:00
Profil Siti Hajar, Istri Nabi Ibrahim AS

Profil Siti Hajar, Istri Nabi Ibrahim AS

13 Februari 2025 | 20:28
arup-silvia-halim-indonesia

Arup Tunjuk Silvia Halim sebagai Pemimpin Indonesia, Perkuat Infrastruktur Tangguh dan Berkelanjutan

30 Mei 2026 | 08:00
Ilustrasi kawasan pariwisata di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

10 Destinasi Wisata Lebak Banten

6 Februari 2025 | 12:57
Dengan diketahuinya celurit yang tidak lain adalah krětāla atau senjata asli dalam sejarah Jawa Kuna menurut kajian arkeologis dan filologis, maka Sakera atau Sadiman atau Sagiman sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Belanda dengan celurit sebagai senjata, dapat dikatakan merupakan sosok yang mempopulerkan kembali celurit sebagai sebuah senjata pembunuh.

Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

28 Februari 2024 | 04:10
Kelima. Dimungkinkan melakukan penghapusan kamera zoom 3x. Sebagai gantinya, Samsung akan mengandalkan pemrosesan AI untuk meningkatkan kualitas zoom. Langkah ini sebagai perubahan strategi dari hardware-heavy ke software-driven photography. Keenam. Galaxy S27 Ultra disebut akan menggunakan chipset generasi terbaru berbasis fabrikasi 2nm. Ketujuh. Didukung RAM 16GB hingga 24GB membuat perangkat ini semakin siap untuk penggunaan berat

Fitur Baru Samsung Galaxy S27 Ultra, Rilis Awal 2027

5 Mei 2026 | 15:27
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved