Jakarta, CoreNews.id – Polytron Indonesia Open 2026 menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali gairah ekosistem bulu tangkis Indonesia. Turnamen bergengsi level BWF World Tour 1000 tersebut tidak hanya menghadirkan persaingan para pebulu tangkis terbaik dunia, tetapi juga memperkuat aspek pembinaan atlet, hiburan olahraga, serta dukungan industri olahraga nasional.
Ketua Umum PP PBSI M. Fadil Imran mengatakan Indonesia Open merupakan panggung bersama bagi seluruh elemen yang selama ini berkontribusi terhadap kemajuan bulu tangkis Indonesia.
“PBSI adalah rumah besar bulu tangkis Indonesia. Keberhasilan penyelenggaraan turnamen sebesar Indonesia Open tidak pernah dibangun oleh satu pihak saja, tetapi oleh semangat gotong royong seluruh ekosistem,” kata Fadil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Indonesia Open 2026 berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni 2026. Sebanyak 248 atlet dari 22 negara akan bertanding memperebutkan total hadiah sebesar 1,45 juta dollar AS atau sekitar Rp25,8 miliar.
Gotong Royong Jadi Kunci Kemajuan Bulu Tangkis
Menurut Fadil, penyelenggaraan Indonesia Open menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi antara PBSI, sponsor, klub, pelatih, atlet, media, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga denyut bulu tangkis nasional.
Ia menjelaskan, sponsor berperan menghadirkan turnamen berstandar dunia, PBSI menjaga arah pembinaan dan tata kelola organisasi, sementara atlet memperoleh panggung terbaik untuk menunjukkan kemampuan mereka. Di sisi lain, masyarakat mendapat kesempatan menyaksikan langsung pertandingan kelas dunia.
Fadil menegaskan bahwa kesuksesan penyelenggaraan turnamen harus berjalan beriringan dengan peningkatan prestasi atlet nasional.
“Event yang baik dan pembinaan yang kuat harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Fokus Regenerasi Menuju Asian Games dan Olimpiade
PBSI juga menjadikan Indonesia Open sebagai bagian dari proses regenerasi atlet menuju berbagai agenda internasional penting, termasuk Asian Games 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Indonesia akan menurunkan sejumlah pemain andalannya, seperti Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Amallia Cahya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, hingga talenta muda Alwi Farhan.
Fadil turut mengapresiasi hasil positif yang diraih wakil Indonesia dalam turnamen sebelumnya, termasuk pencapaian Fajar/Fikri sebagai runner-up Singapore Open serta keberhasilan Alwi Farhan menembus semifinal.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa proses regenerasi dan peningkatan prestasi bulu tangkis Indonesia terus berjalan.
Indonesia Open Jadi Ajang Pembelajaran Atlet Muda
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat menilai Indonesia Open selalu memiliki makna istimewa bagi para atlet Indonesia karena digelar di hadapan pendukung sendiri.
“Bermain di Istora bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri,” kata Taufik.
Ia menambahkan, persaingan bulu tangkis dunia kini semakin ketat dan merata. Karena itu, Indonesia Open menjadi kesempatan berharga bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding di level tertinggi.
“Dari proses seperti inilah fondasi prestasi masa depan dibangun,” ujar Taufik.













