Jakarta, CoreNews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat tajam hingga penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (10/6/2026), meski mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona merah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 134,583 poin atau 2,34 persen ke level 5.881,232.
Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin dengan lonjakan 16,3 persen, diikuti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 8,7 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 7,6 persen, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang bertambah 5,8 persen.
IHSG sempat tertekan ke level terendah 5.677,965 pada awal perdagangan. Namun tekanan jual mereda dan indeks berbalik menguat hingga menyentuh level tertinggi 5.939,350 sebelum ditutup sedikit terkoreksi.
“Penguatan saham-saham unggulan menjadi motor utama yang menjaga IHSG tetap berada di zona hijau di tengah pelemahan bursa regional,” demikian tercermin dari data perdagangan sesi pertama.
Secara sektoral, seluruh indeks mencatat penguatan dengan sektor teknologi dan keuangan menjadi pendorong utama. Market breadth juga menunjukkan sentimen positif, dengan 543 saham naik, 151 saham turun, dan 118 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp19,94 triliun dengan volume perdagangan 31,68 miliar saham.













