Jakarta, CoreNews.id — Amerika Serikat belum memasukkan satu pun perusahaan ke dalam Entity List sejak Oktober. Baik itu startup kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) asal Cina, DeepSeek, produsen chip memori ChangXin Memory Technologies (CXMT), atau 100 perusahaan lain. Semua itu menunjukkan bahwa kebijakan perdagangan telah mengesampingkan penggunaan instrumen penting untuk keamanan nasional.
Hal tersebut disampaikan mantan pejabat Departemen Perdagangan AS Kevin Kurland, (17/6/2026). Sementara itu berdasar sumber lain, keputusan tersebut diambil di tengah upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menghindari eskalasi ketegangan dengan Beijing.
Sebagai informasi, OpenAI pernah memperingatkan para pembuat kebijakan di AS bahwa DeepSeek menargetkan model-model AI miliknya. CXMT pernah ditetapkan sebagai Perusahaan Militer Cina ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen chip memori terbesar di Cina tersebut, sebelumnya telah ditetapkan sebagai perusahaan militer Cina oleh Departemen Pertahanan AS pada era pemerintahan Joe Biden. Selain itu, puluhan perusahaan Cina juga telah diidentifikasi menjual chip Nvidia yang dibatasi kepada berbagai universitas di Cina.*












