Jakarta, CoreNews.id — Perundingan Iran dengan Amerika Serikat (AS) di Swiss menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya mengakhiri konflik di Lebanon dan mengurangi tekanan terhadap perekonomian Iran. Berkat mediasi tanpa henti dari Pakistan dan Qatar, berhasil menghadirkan kemajuan besar untuk mengakhiri Perang Lebanon. Pembatasan terhadap ekspor minyak dan petrokimia dicabut, blokade diakhiri, sebagian aset yang dibekukan dilepaskan, dan program rekonstruksi serta pembangunan besar diluncurkan untuk Iran.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di platform X (22/6/2026), setelah Qatar dan Pakistan mengumumkan kemajuan penting dalam upaya diplomatik antara AS dan Iran menyusul berakhirnya putaran pertama perundingan tingkat tinggi di Danau Lucerne, Burgenstock, Swiss. Menurut Abbas Araghchi kembali, ujian nyata pertama: mekanisme koordinasi Lebanon.
Pernyataan Abbas Araghchi tersebut diperkuat dengan penyataan seorang anggota tim perunding Iran Hossein Ghorbanzadeh. Menurut Ghorbanzadeh dikutip dari laporan Tasnim, ketentuan lain dalam memorandum yang dicapai di Islamabad tidak akan berlaku hingga tercapai penyelesaian akhir untuk mengakhiri perang di Lebanon.
Sebagai informasi, perundingan AS-Iran dimulai pada Minggu (21/6/2026) di resor Burgenstock, Swiss. Perundingan ini, dalam kerangka Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang bertujuan membuka jalan bagi penghentian permanen perang antara AS, Israel, dan Iran.*













