Jakarta, CoreNews.id – Istana menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak duduk bersebelahan saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, posisi Prabowo di tengah berkaitan dengan penggunaan teleprompter untuk memaparkan program dan data capaian pemerintah.
“Karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka beliau menggunakan alat bantu namanya teleprompter,” kata Prasetyo.
Sementara posisi Gibran yang duduk sejajar dengan para menteri disebut hanya untuk kebutuhan teknis.
“Tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” ujarnya.
Prasetyo juga menegaskan tidak ada keretakan di internal pemerintahan. Menurutnya, seluruh anggota kabinet tetap solid menjalankan arahan Presiden.
“Kami pada posisi sekarang sedang kompak-kompaknya, semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden,” tegasnya.
Sidang kabinet itu juga mengevaluasi program prioritas serta mendorong percepatan pelaksanaannya pada semester kedua 2026.













