Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

MKG Prediksi El Nino Bertahan Hingga Awal 2027

by Teguh Imam Suyudi
31 Juli 2026 | 09:00
in Humaniora
Ilustrasi Musim Kemarau Dibuat Kecerdasan Buatan

Ilustrasi Musim Kemarau Dibuat Kecerdasan Buatan

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan bertahan hingga awal kuartal I 2027 dengan peluang mencapai puncak intensitas pada kategori kuat. Kondisi tersebut diperkirakan memicu musim kemarau yang lebih kering dari kondisi normal di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, proyeksi tersebut juga berpotensi disertai munculnya Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada September hingga Desember 2026. Kombinasi kedua fenomena iklim itu diperkirakan memperkuat penurunan curah hujan selama musim kemarau.

“Fenomena El Nino diproyeksikan bertahan hingga awal 2027 dan memicu kondisi kemarau yang lebih kering dari normal,” ujar Teuku dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 30/7/2026.

Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 54,5 persen wilayah daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau. Wilayah tersebut mencakup sebagian besar Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.

Direktorat Klimatologi BMKG memperkirakan puncak musim kemarau 2026 akan berlangsung pada Agustus dan September. Sebanyak 437 ZOM diprediksi mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Mitigasi Karhutla Diperkuat

BMKG mengingatkan bahwa ancaman kekeringan berkepanjangan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga akhir Juli 2026, BMKG mencatat sekitar 4.900 titik panas telah terdeteksi di berbagai daerah.

Untuk mengurangi dampak bencana, BMKG memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah rawan karhutla dan kekeringan, antara lain Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, serta posko pendukung di Jawa Barat.

BMKG juga mendorong sinergi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI-Polri, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup guna mengoptimalkan modifikasi cuaca serta pemadaman darat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

READ  Ada 45 Jemaah Haji Indonesia Dirawat di RS Arab Saudi, Keluarga Bisa Update Informasi Melalui No Ini
Tags: BMKGel nino
Previous Post

Sequis Bekali Wirausaha Perempuan Hadapi Era Digital

Next Post

KY Rekomendasikan Sanksi 121 Hakim

Next Post
hakim-kejagung-tppu-nadiem

KY Rekomendasikan Sanksi 121 Hakim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

TNI Kuat Rakyat Bermartabat

Tukin TNI dan Kemhan Naik Setelah Delapan Tahun

30 Juli 2026 | 09:00
Angklung Warisan Budaya Sunda

Angklung Warisan Budaya Sunda

11 Juli 2025 | 15:57
Pendapat Esther tersebut menanggapi persetujuan Komite Tapera terkait kebijakan mempertahankan suku bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun subsidi. Selain itu juga menanggapi dibukanya opsi tenor pembiayaan hingga 40 tahun untuk meningkatkan keterjangkauan masyarakat oleh Komite.

Tenor KPR Subsidi 40 Tahun Diperlukan Seleksi Debitur Ketat

31 Juli 2026 | 14:27
Gunung Kawi: Antara Keindahan Alam, Sejarah, dan Mitos Pesugihan

Gunung Kawi: Antara Keindahan Alam, Sejarah, dan Mitos Pesugihan

16 Juli 2026 | 14:05
BGN Temukan Anomali 414 SPPG, Dana Rp311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara

BGN Temukan Anomali 414 SPPG, Dana Rp311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara

31 Juli 2026 | 16:14
Menurut Henri kembali, pemanfaatan data SLIK pada dasarnya bergantung pada kebijakan dan selera risiko (risk appetite) masing-masing bank maupun analis kredit. Ada analis yang sangat ketat dalam menilai riwayat kredit, termasuk terhadap keterlambatan pembayaran yang sifatnya ringan atau hanya terjadi satu kali.

Penghapusan Kredit Macet di Bawah Rp 1 Juta dari SLIK Berdampak Pada Proses Analisis Kredit

31 Juli 2026 | 13:52
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved