Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Indonesia Catat Defisit Perdagangan pada Mei-Juni 2026

by Irawan Djoko Nugroho
3 Agustus 2026 | 15:33
in Ekonomi
Menurut Ateng, pada Juni 2026 nilai ekspor mencapai 25,46 miliar dolar AS atau naik sebesar 8,84 persen (yoy) dibandingkan Juni 2025. Nilai ekspor migas tercatat sebesar 1,07 miliar dolar AS atau turun 3,78 persen (yoy). Sementara itu, nilai ekspor nonmigas naik 9,46 persen (yoy) menjadi 24,39 miliar dolar AS pada Juni 2026.

Ilustrasi: Defisit. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 mengalami defisit sebesar 0,45 miliar dolar AS. Pada Mei 2026 juga mengalami defisit. Defisit terjadi karena nilai impor mencapai US$25,91 miliar, lebih tinggi dibandingkan ekspor yang sebesar US$25,46 miliar.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Senin (3/8/2026). Menurut Ateng, pada Juni 2026 nilai ekspor mencapai 25,46 miliar dolar AS atau naik sebesar 8,84 persen (yoy) dibandingkan Juni 2025. Nilai ekspor migas tercatat sebesar 1,07 miliar dolar AS atau turun 3,78 persen (yoy). Sementara itu, nilai ekspor nonmigas naik 9,46 persen (yoy) menjadi 24,39 miliar dolar AS pada Juni 2026.

Kenaikan ekspor terutama didorong komoditas nonmigas, seperti bahan bakar mineral yang nilainya naik 49,67 persen, nikel dan barang daripadanya naik 69,30 persen, serta lemak dan minyak hewani/nabati yang meningkat 10,45 persen. Industri pengolahan menjadi kontributor terbesar ekspor nonmigas dengan nilai US$20,88 miliar. Di sisi lain, impor melonjak 34,27 persen secara tahunan menjadi US$25,91 miliar, dengan impor migas meningkat 105,15 persen dan impor nonmigas naik 25,05 persen. Berdasarkan penggunaan, impor bahan baku/penolong menjadi pendorong utama kenaikan impor dengan pertumbuhan 38,94 persen, disusul impor barang modal 26,53 persen dan barang konsumsi 17,46 persen.

Meski mencatat defisit pada dua bulan terakhir, neraca perdagangan Indonesia sepanjang semester I 2026 masih membukukan surplus US$3,58 miliar. Surplus tersebut ditopang surplus nonmigas sebesar US$19,35 miliar, sementara sektor migas masih mengalami defisit US$15,77 miliar. Selama Januari-Juni 2026, nilai ekspor mencapai US$140,81 miliar atau naik 4,13 persen, sedangkan impor meningkat 18,69 persen menjadi US$137,24 miliar.*

READ  Paper.id Dorong Digitalisasi UMKM Indonesia agar Kompetitif di Era Ekonomi Global
Tags: BPSDeputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono
Previous Post

Prabowo Terima Kunjungan PM Thailand, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand

Next Post

Ini Para Tokoh Yang Masuk Bursa Ketum PBNU

Next Post
Selain delapan nama tersebut, sejumlah tokoh lain juga mulai disebut-sebut dalam dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU, di antaranya, KH Marsudi Syuhud, Hery Haryanto Azumi, serta beberapa tokoh muda NU lainnya.

Ini Para Tokoh Yang Masuk Bursa Ketum PBNU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

GRC Jadi Enabler agar Pertamina Hulu Energi Melaju Cepat

GRC Jadi Enabler agar Pertamina Hulu Energi Melaju Cepat

17 September 2026 | 09:00
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
IndoBuildTech Surabaya 2026 Kembali Hadir, Perkuat Akses Industri terhadap Inovasi Material, Arsitektur, dan Interior

IndoBuildTech Surabaya 2026 Kembali Hadir, Perkuat Akses Industri terhadap Inovasi Material, Arsitektur, dan Interior

17 September 2026 | 21:54
Dengan diketahuinya celurit yang tidak lain adalah krětāla atau senjata asli dalam sejarah Jawa Kuna menurut kajian arkeologis dan filologis, maka Sakera atau Sadiman atau Sagiman sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Belanda dengan celurit sebagai senjata, dapat dikatakan merupakan sosok yang mempopulerkan kembali celurit sebagai sebuah senjata pembunuh.

Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

28 Februari 2024 | 04:10
bapanas-tarik-25-merek-beras-fortifikasi-bermasalah

Bapanas Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah

16 September 2026 | 21:00
Profil Nabi Luth AS

Profil Nabi Luth AS

14 Februari 2025 | 15:57
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved