Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

GRC Jadi Enabler agar Pertamina Hulu Energi Melaju Cepat

by Teguh Imam Suyudi
17 September 2026 | 09:00
in Tokoh
grc-bukan-rem-bisnis-navigator-phe-berani-melaju

Whisnu Bahriansyah, Direktur Manajemen Resiko PHE (Foto: Kevin/TopBusiness).

Bagikan sekarang:

PHE menempatkan GRC sebagai enabler yang membantu perusahaan mengambil keputusan bisnis secara cepat, terukur, dan tetap memperhitungkan risiko.

Jakarta, CoreNews.id – Di industri hulu minyak dan gas bumi, kecepatan mengambil keputusan harus berjalan beriringan dengan kemampuan mengelola risiko. Investasi yang besar, ketidakpastian eksplorasi, hingga kompleksitas operasi membuat setiap keputusan bisnis memiliki konsekuensi yang perlu diperhitungkan.

Dalam konteks itu, Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) tidak semestinya hadir sebagai penghambat langkah perusahaan. Bagi PT Pertamina Hulu Energi (PHE), GRC justru diarahkan menjadi enabler yang membantu perusahaan bergerak cepat dengan tetap memperhitungkan risiko.

Mengutip laman TopBusiness, Direktur Manajemen Risiko PHE Whisnu Bahriansyah menggambarkan posisi GRC melalui sebuah analogi sederhana: mobil reli dan navigatornya.

“GRC seperti navigator dalam sebuah mobil reli,” ujar Whisnu.

Dalam sebuah reli, pengemudi dituntut melaju secepat mungkin untuk mencapai garis finis. Namun, kecepatan saja tidak cukup. Ada tikungan tajam, perubahan kondisi jalan, hingga berbagai kemungkinan yang dapat muncul sepanjang perjalanan.

Navigator bertugas membantu pengemudi membaca situasi dan menentukan kapan harus mempertahankan kecepatan, kapan menginjak gas, dan kapan mengerem.

Menurut Whisnu, peran tersebut relevan dengan fungsi GRC di PHE. GRC bukan pengemudi yang menentukan arah bisnis, tetapi menjadi bagian yang memberikan perspektif mengenai risiko sehingga keputusan dapat diambil dengan lebih terukur.

“Ketika waktunya menginjak gas, ya harus menginjak gas. Ketika ada tikungan dan harus mengerem, ya harus mengerem,” katanya.

Karena itu, Whisnu tidak ingin GRC dipersepsikan sekadar sebagai rem yang membuat perusahaan berhenti. Kalaupun GRC dianalogikan sebagai rem, ia berharap rem tersebut merupakan rem yang pakem.

Rem yang pakem, menurut dia, justru memberikan rasa percaya diri kepada pengemudi untuk melaju lebih cepat. Pengemudi berani menekan pedal gas karena mengetahui bahwa ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan pengereman, sistem tersebut dapat bekerja dengan baik.

READ  Mengenang John L. Esposito, Cendekiawan AS yang Mendedikasikan Hidup untuk Meluruskan Kesalahpahaman Barat tentang Islam

Analogi itu menjadi penting bagi PHE yang bergerak di sektor hulu migas. Industri ini memiliki tingkat risiko tinggi, membutuhkan biaya besar, dan keberhasilan eksplorasi tidak selalu dapat dipastikan.

Dalam situasi seperti itu, GRC tidak boleh menjadi fungsi yang membuat perusahaan takut mengambil keputusan. Sebaliknya, GRC harus membantu perusahaan memahami risiko dan memastikan keputusan bisnis tetap berada dalam koridor yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi Whisnu, ukuran keberhasilan GRC bukan semata-mata banyaknya aturan atau mekanisme pengawasan yang dibangun. Indikator yang lebih penting adalah ketika aspek GRC telah menjadi bagian dari cara berpikir insan PHE dalam mengambil keputusan.

“Keputusan-keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan GRC tersebut mampu menghasilkan kemajuan bagi perusahaan,” ujarnya.

Dengan cara pandang tersebut, GRC ditempatkan bukan di belakang bisnis sebagai penjaga yang hanya mengatakan boleh atau tidak boleh. GRC berada di dalam perjalanan bisnis, membantu membaca risiko dan memberikan keyakinan agar perusahaan dapat bergerak.

Pada akhirnya, PHE ingin GRC menjadi bagian dari mesin yang membuat perusahaan mampu melaju cepat, tetapi tetap terkendali. Sebab, dalam perjalanan bisnis hulu migas, keberanian untuk melaju akan semakin kuat ketika perusahaan memiliki navigator yang dapat dipercaya dan rem yang benar-benar pakem.

Tags: GRCPertamina Hulu EnergiWhisnu Bahriansyah
Previous Post

Bapanas Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah

Next Post

17.288 KDKMP Ditargetkan Beroperasi Awal Oktober

Next Post
kopdes-merah-putih-29-ribu-dibangun-857-unit-rampung

17.288 KDKMP Ditargetkan Beroperasi Awal Oktober

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

OLXmobbi

Astra Digital Mobil Perkenalkan OLXmobbi

19 Maret 2024 | 09:00
5 Manfaat Serai Untuk Kesehatan Tubuh

5 Manfaat Serai Untuk Kesehatan Tubuh

16 November 2023 | 13:53
Rekayasa Lalu Lintas Mendukung Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A

Rekayasa Lalu Lintas Mendukung Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A

6 Oktober 2026 | 12:58
KPK Siapkan Berkas Penuntutan Paulus Tannos di Singapura, Sidang Ekstradisi Digelar Juni 2025

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Nusron Wahid Terkait Kasus HGB Summarecon

6 Oktober 2026 | 15:47
Resmi Dibuka, INACRAFT October 2026 Usung Spirit Technocraft dan Regenerasi Perajin Muda

Resmi Dibuka, INACRAFT October 2026 Usung Spirit Technocraft dan Regenerasi Perajin Muda

7 Oktober 2026 | 22:01
INACRAFT On October 2026 Siap Digelar, Bawa Teknologi ke Industri Kriya

INACRAFT On October 2026 Siap Digelar, Bawa Teknologi ke Industri Kriya

6 Oktober 2026 | 18:36
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved