Jakarta, CoreNews.id — Buah pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang menekankan ekonomi berbasis kebersamaan, kegotong-royongan kini menemukan bentuk nyata melalui keputusan strategis Presiden Prabowo Subianto melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan koperasi di Indonesia, pemikiran Prof Soemitro masih sangat relevan untuk diwujudkan dan dikembangkan di era saat ini.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam acara Peluncuran Buku “Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan” dan Simposium Nasional bertema “Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial Dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2024,” yang digelar oleh Nusantara Centre di Gedung RRI Pusat, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Turut hadir Tenaga Ahli Utama KSP Guruh Muamar Khadafi, Direktur Utama LPP RRI Ignatius Hendrasmo, Agus Rizal dan Dedi Setiadi sebagai Penulis buku dan Mitra Vinda Silitonga Keluarga Besar Djojohadikusumo, serta Yudhie Haryono sebagai founder Nusantara Centre.
Menilik sejarah ke belakang, Menkop Ferry menyatakan bahwa Soemitro adalah salah satu pendiri Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI). Kontribusinya bagi perjalanan koperasi di Indonesia sangat besar, termasuk dalam membangun fondasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Berdasarkan hal-hal itulah, Presiden Prabowo kemudian menetapkan salah satu program strategis pemerintah adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam rangka mengembalikan arah ekonomi nasional kembali kepada konstitusi sebagaimana mandat pasal 33 UUD 1945.
“Presiden Prabowo melakukan transformasi dari yang semula dari pikiran menjadi sebuah program yang sifatnya teknokratis dan harus diimplementasi secara detail dan teknis (melalui KDKMP),” ujar Menkop.
Menkop Ferry kembali menegaskan selain distribusi barang bersubsidi, KDKMP diarahkan untuk mengembangkan potensi lokal seperti wisata, kerajinan, dan sektor kreatif. Dengan begitu, koperasi desa tidak hanya menjadi penyalur bantuan, tetapi juga pusat penggerak ekonomi rakyat. Kementerian Koperasi (Kemenkop) bertekad untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.
Ia menyadari bahwa dalam menjalankan mandat tersebut dihadapkan berbagai tantangan yang tidak mudah. Banyak warga yang antusias, namun ada pula yang masih ragu karena belum terbiasa dengan model koperasi modern. Pemerintah berupaya melakukan sosialisasi dan pendampingan intensif.
“Disinilah sebenarnya bahwa memang setiap transformasi, setiap perubahan akan punya konsekuensi-konsekuensinya. Kami mohon doa dan dukungannya supaya KDKMP ini secara operasional bisa bergerak dengan baik dan bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas Menkop.*













