Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah Indonesia terus menggalang dukungan negara anggota PBB untuk pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030. Upaya diplomasi dilakukan setelah peluncuran resmi kampanye pencalonan Indonesia.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah aktif menyuarakan pencalonan kepada negara mitra untuk menghimpun dukungan. “Pemerintah Indonesia terus menyuarakan pencalonan kita ini kepada negara-negara yang lain, kita terus mengumpulkan dukungan-dukungan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Juni 2028. Indonesia akan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memperluas dukungan, tanpa berfokus pada persaingan dengan kandidat lain.
Indonesia juga berkomitmen menyuarakan kepentingan negara berkembang atau Global South, serta memperkuat perdamaian dan keamanan internasional. “Indonesia di situ bukan hanya untuk duduk di mejanya, tapi benar-benar memastikan negara-negara itu merasakan kontribusi kita,” kata Yvonne.
Kontribusi Indonesia dalam misi penjaga perdamaian PBB menjadi salah satu modal diplomasi, disertai agenda pencegahan konflik serta penguatan ketahanan nasional, regional, dan global.













