Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Akhirnya! Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Dibongkar

by Teguh Imam Suyudi
14 Januari 2026 | 18:00
in News
pembongkaran-tiang-monorel-rasuna-said-dki-jakarta-dimulai

Ilustrasi Tiang Monorel dibuat ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran 109 tiang monorel yang mangkrak selama puluhan tahun di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). Penghapusan “duri dalam daging” infrastruktur itu diharapkan bisa mengurai kemacetan dan membuka jalan bagi penataan kawasan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo langsung memantau dimulainya pekerjaan. Dalam pernyataannya, dia menekankan bahwa proses menuju pembongkaran tidak sederhana, melibatkan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi DKI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memastikan keamanan secara hukum.

“Tentunya untuk melakukan ini, prosesnya panjang. Saya berterima kasih kepada Kajati DKI Jakarta dan KPK yang telah memberikan dukungan sepenuhnya,” kata Pramono di lokasi, Rabu, 14/1/2026.

Anggaran Capai Rp100 Miliar, Bukan Hanya untuk Pembongkar

Gubernur Pramono meluruskan soal anggaran yang beredar. Dana yang disiapkan Pemprov DKI untuk proyek ini mencapai Rp102 miliar. Anggaran sebesar itu, tegasnya, bukan hanya untuk membongkar tiang, tetapi untuk paket komprehensif penataan Jalan Rasuna Said.

“Rp100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar, tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan, dan sebagainya. Biaya keseluruhan untuk memperbaiki jalan Rasuna Said itu angkanya Rp100 miliar. Jadi bukan hanya bongkar, kalau bongkar kecil banget,” jelas Pramono dalam kesempatan terpisah di TPU Karet Bivak, Jakarta, Minggu, 11/1/2026.

Adapun anggaran spesifik untuk pekerjaan pembongkaran fisik tiang-tiang beton tersebut diperkirakan sebesar Rp254 juta.

Dilakukan Malam Hari, Targetkan Pengurangan Macet

Pemprov memastikan pembongkaran dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan yang menjadi arteri utama ibukota tersebut. Tidak akan ada penutupan jalan selama proses pengerjaan.

“Mudah-mudahan… pengaturan lalu lintas tetap dijaga supaya tidak macet di tempat ini karena ini adalah jalur utama kita,” tutur Pramono.

READ  Gaji ke-13 PNS Cair 2 Juni 2025, Ini Besarannya per Golongan!

Dia meyakini, penghilangan tiang-tiang yang selama ini memakan ruang jalan dan penataan lanjutan akan membuat Rasuna Said lebih baik dan membantu mengurangi kemacetan. Rencananya, setelah pembongkaran, kawasan itu akan dilengkapi dengan taman, pedestrian yang layak, serta perbaikan saluran.

Mengakhiri Beban Proyek dari Era Sutiyoso

Pembangunan monorel di Rasuna Said memang menyisakan cerita panjang. Dimulai pada 2004 di era Gubernur Sutiyoso dan diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri, proyek ini terhenti pada 2007 akibat masalah pendanaan dan aset. Upaya revitalisasi di era Gubernur Joko Widodo pada 2013 juga gagal karena sengketa antarperusahaan.

Pramono mengungkapkan, pembongkaran ini menjadi salah satu prioritasnya, sekaligus memenuhi permintaan Gubernur Sutiyoso sendiri. Bahkan, dia berencana mengundang Sutiyoso untuk menyaksikan proses pembongkaran.

“Minggu depan ini monorel yang sudah dibangun dari tahun 2004, kita bongkar. Saya berharap Bang Yos bisa lebih nyenyak tidurnya karena monorel menjadi beban pribadi beliau,” ucap Pramono.

Dengan dimulainya pembongkaran, Pemerintah Provinsi DKI berharap dapat segera mengembalikan ruang publik di Rasuna Said untuk kepentingan warga dan menutup babak kelam proyek infrastruktur yang mangkrak puluhan tahun.

Tags: JakartaMonorelRasuna Said
Previous Post

TNGR Tegaskan Penutupan Rinjani Demi Keselamatan dan Kelestarian

Next Post

Rupiah Tembus Rp 16.877! BI Beri Penjelasan

Next Post
rupiah-tembus-rp-16877-bi-buka-suara

Rupiah Tembus Rp 16.877! BI Beri Penjelasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Pendapat Esther tersebut menanggapi persetujuan Komite Tapera terkait kebijakan mempertahankan suku bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun subsidi. Selain itu juga menanggapi dibukanya opsi tenor pembiayaan hingga 40 tahun untuk meningkatkan keterjangkauan masyarakat oleh Komite.

Tenor KPR Subsidi 40 Tahun Perlu Seleksi Ketat Debitur

31 Juli 2026 | 14:27
Ilustrasi Musim Kemarau Dibuat Kecerdasan Buatan

MKG Prediksi El Nino Bertahan Hingga Awal 2027

31 Juli 2026 | 09:00
BGN Temukan Anomali 414 SPPG, Dana Rp311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara

BGN Temukan Anomali 414 SPPG, Dana Rp311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara

31 Juli 2026 | 16:14
Menurut Henri kembali, pemanfaatan data SLIK pada dasarnya bergantung pada kebijakan dan selera risiko (risk appetite) masing-masing bank maupun analis kredit. Ada analis yang sangat ketat dalam menilai riwayat kredit, termasuk terhadap keterlambatan pembayaran yang sifatnya ringan atau hanya terjadi satu kali.

Penghapusan Kredit Macet di Bawah Rp 1 Juta dari SLIK Berdampak Pada Proses Analisis Kredit

31 Juli 2026 | 13:52
mayoritas-kawasan-industri-dapat-proper-merah-2025

Prabowo Targetkan Gunungan Sampah di Indonesia Tuntas pada Akhir 2027

31 Juli 2026 | 13:56
hakim-kejagung-tppu-nadiem

KY Rekomendasikan Sanksi 121 Hakim

31 Juli 2026 | 13:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved