Jakarta, CoreNews.id – Perang Rusia dan Ukraina terus menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Studi terbaru mencatat total korban militer dari kedua pihak hampir mencapai dua juta orang sejak invasi Rusia dimulai hampir empat tahun lalu.
Laporan tersebut dirilis Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan dikutip dari The Guardian, Rabu, 28 Januari 2026. Data mencakup tentara yang tewas, terluka, maupun dinyatakan hilang di medan perang.
Rusia disebut menanggung kerugian terbesar dengan estimasi korban militer mencapai 1,2 juta orang, termasuk hingga 325.000 tentara yang meninggal dunia. Sementara Ukraina diperkirakan kehilangan 500.000 hingga 600.000 personel, dengan korban tewas sekitar 100.000 hingga 140.000 orang.
CSIS memproyeksikan jumlah korban gabungan dapat mendekati dua juta orang pada 2026. Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat hampir 15.000 warga sipil tewas sejak 2022, meski angka sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut negaranya kehilangan hampir 46.000 tentara. Namun analis menilai jumlah tersebut kemungkinan belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Rusia sendiri masih menutup data resmi korban militernya sejak terakhir dirilis pada September 2022.













