Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Strategi Investasi 2Q26 di Tengah Geopolitik

by Teguh Imam Suyudi
17 Maret 2026 | 20:00
in Bisnis
Strategi Investasi 2Q26 di Tengah Geopolitik

Ilustrasi DBS Chief Investment Office (Gambar: Dok. DBS)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – DBS Chief Investment Office (CIO) menilai triwulan kedua 2026 menjadi periode penuh paradoks bagi investor global: peluang tetap terbuka, namun risiko meningkat akibat ketegangan geopolitik dan perubahan arah kebijakan moneter.

Dalam laporan terbarunya, 17/3/2026, DBS CIO menekankan pentingnya pendekatan manajemen risiko, terutama di tengah konflik Timur Tengah yang berpotensi mengguncang pasar energi dan aset berisiko.

Konflik Timur Tengah Tekan Aset Berisiko

Perang di Timur Tengah disebut sebagai faktor utama yang memengaruhi pasar global. Lonjakan harga minyak menjadi saluran transmisi utama, mengingat peran kawasan tersebut dalam pasokan energi dunia.

Kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi, membatasi ruang pelonggaran suku bunga oleh bank sentral, sekaligus menekan pertumbuhan ekonomi global.

Investor disarankan meningkatkan eksposur terhadap emas sebagai lindung nilai, serta mengalihkan sebagian portofolio ke indeks saham dengan volatilitas rendah.

Arah Baru Kebijakan The Fed

Perubahan narasi kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi sorotan. Pandangan yang berkembang membuka peluang pemangkasan suku bunga lebih agresif, didorong oleh peningkatan produktivitas berbasis kecerdasan buatan (AI).

Namun, di sisi lain, potensi kebijakan pengetatan likuiditas kembali (quantitative tightening) juga meningkat. Kondisi ini diperkirakan akan mendorong kurva imbal hasil lebih menanjak dan menguntungkan sektor keuangan.

Diversifikasi Jadi Kunci

DBS menilai investor perlu menghindari “crowded trades” atau penumpukan investasi pada aset tertentu. Ketegangan global telah memicu aksi ambil untung di pasar seperti Korea dan Jepang, meski dinilai hanya sementara.

Ke depan, fokus diperkirakan kembali ke fundamental, khususnya pada sektor teknologi berbasis AI dan logam mulia.

Saham emerging markets (EM) dan Jepang dinilai menarik karena didukung oleh:

  • Pelemahan dolar AS
  • Potensi pemangkasan suku bunga
  • Pertumbuhan laba yang kuat
  • Reformasi struktural dan stimulus fiskal
READ  Hari Ini (31/12) Bursa Saham BEI Libur! Kapan Perdagangan Dibuka Lagi? Investor Wajib Tahu

Prospek Aset: Netral, Emas Tetap Menarik

Secara umum, DBS mengambil posisi netral pada berbagai kelas aset. Ekonomi AS masih tangguh meski mulai melambat, sementara pertumbuhan laba global diproyeksikan mencapai sekitar 17 persen pada 2026.

Obligasi dinilai mulai lebih menarik dari sisi valuasi, sedangkan rotasi investasi dari AS ke Eropa dan Jepang mulai terlihat.

Di sisi alternatif, emas tetap menjadi pilihan utama. DBS bahkan menaikkan target harga emas hingga USD 6.250 per ons pada paruh kedua 2026, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan pelemahan dolar AS.

Selain itu, hedge fund dinilai semakin relevan sebagai instrumen diversifikasi di tengah volatilitas pasar akibat disrupsi AI.

Asia Jadi Sorotan

Ekuitas Asia di luar Jepang diproyeksikan terus mengungguli pasar global, ditopang oleh pertumbuhan laba dan momentum investasi AI.

Sementara Jepang mendapatkan dorongan dari reformasi tata kelola perusahaan dan stimulus fiskal, menjadikannya semakin menarik bagi investor global.

Tags: DBS CIOInvestasi 2026Pasar Global
Previous Post

Kirim Paket Lebaran ke Luar Negeri, Ini 5 Tips Praktis

Next Post

Hunian Terjangkau Tenjo Kian Diminati

Next Post
hunian-terjangkau-tenjo-diminati

Hunian Terjangkau Tenjo Kian Diminati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

dukun-pembunuh-pasutri-tegal-pernah-habisi-9-orang

Fakta Terbaru Kasus Dukun Pembunuh Pasutri di Tegal

21 Agustus 2025 | 09:00
KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa NTT

KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa NTT

19 Agustus 2026 | 12:36
Selain menjatuhkan sanksi, KPPU juga merekomendasikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat pengawasan industri pinjaman online. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah celah regulasi serta membatasi praktik asosiasi yang berpotensi memuat ketentuan anti persaingan di masa depan

Bersekongkol Tetapkan Bunga Tinggi, KPPU Denda 97 Fintech Sebesar Rp 755 Miliar

27 Maret 2026 | 10:50
Pajak pertambahan nilai (PPN) sepenuhnya atau 100% tetap dibebankan kepada negara untuk pembelian rumah hingga Rp 2 miliar

Perpanjangan Program PPN DPT, Jadi Momen Habiskan Stok Unit

28 November 2023 | 11:36
piala-dunia-2026

Swiss Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Tantang Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026

8 Juli 2026 | 17:00
indonesia-dibantai-jepang-0-6-kualifikasi-piala-dunia-2026

Indonesia Dibantai Jepang 0-6 di Laga Terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026

11 Juni 2025 | 08:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved