Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Transaksi Digital RI Melejit 133% Jelang Lebaran 2026, Sistem TI Perusahaan Kewalahan?

by Teguh Imam Suyudi
22 Maret 2026 | 22:00
in Tekno
riset-ipsos-2025-umkm-brand-lokal-pilih-ecommerce

Ilustrasi Belanja Online (Foto: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Lonjakan aktivitas digital menjelang Lebaran 2026 mulai memberi tekanan besar pada sistem teknologi informasi (TI) perusahaan di Indonesia. Peningkatan transaksi yang terjadi dalam waktu singkat membuat beban trafik melonjak tajam dan sulit diprediksi secara real-time.

Berdasarkan keterangan resmi ManageEngine, transaksi digital di Indonesia naik hingga 133 persen pada Februari 2026. Kenaikan ini didorong tingginya permintaan dari sektor e-commerce, perbankan digital, hingga layanan perjalanan dan on-demand.

Lonjakan tersebut mengubah pola transaksi yang sebelumnya tersebar dalam beberapa minggu menjadi terpusat hanya dalam hitungan hari. Kondisi ini memaksa sistem TI untuk mampu menahan beban trafik tinggi secara bersamaan.

Technical Manager ManageEngine, Hanief Bastian, menilai periode menjelang Lebaran menjadi momen krusial bagi operasional bisnis.

“Tanpa visibilitas penuh terhadap lingkungan TI, tim akan kesulitan mendeteksi anomali secara cepat dan mencegah gangguan layanan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (21/3/2026).

Ia menambahkan, risiko seperti kegagalan transaksi, lambatnya respons sistem, hingga gangguan layanan dapat berdampak langsung pada pendapatan dan kepercayaan pelanggan. Bahkan, downtime singkat sekalipun berpotensi menimbulkan kerugian serta merusak reputasi dalam jangka panjang.

Di sisi lain, kompleksitas infrastruktur TI yang semakin tinggi turut menjadi tantangan tersendiri. Banyak perusahaan kini mengadopsi sistem hybrid yang menggabungkan server internal, multi-cloud, dan perangkat terdistribusi.

Meski menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas, arsitektur ini kerap menyulitkan pemantauan lintas sistem secara menyeluruh. Tanpa pengawasan terintegrasi, gangguan seperti latensi API, hambatan pada database, hingga lonjakan trafik tidak wajar berisiko terlambat terdeteksi.

Menghadapi kondisi tersebut, perusahaan mulai mengubah pendekatan operasional TI dari reaktif menjadi lebih proaktif. Langkah yang dilakukan antara lain meningkatkan visibilitas sistem end-to-end, memanfaatkan analitik untuk deteksi dini gangguan, serta menggunakan otomasi guna mempercepat respons dan meningkatkan efisiensi.

READ  Liquid Cooled Gigafactory Milik Elon Musk Gunakan Supercomputer Supermicro

Selain itu, performa sistem TI kini semakin dikaitkan dengan pengalaman pengguna, sehingga dampak gangguan dapat ditekan saat terjadi lonjakan trafik.

Periode menjelang Lebaran pun dinilai sebagai ujian nyata ketahanan digital perusahaan. Perusahaan yang mampu menjaga stabilitas sistem berpeluang memperkuat kepercayaan pelanggan, sementara yang tidak siap berisiko kehilangan potensi pendapatan.

Seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, kebutuhan akan sistem TI yang andal diperkirakan akan terus meningkat. Kesiapan infrastruktur TI kini tak lagi sekadar aspek teknis, melainkan menjadi bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang.

Tags: ekonomi digitalLebaran 2026teknologi IndonesiaTransaksi Digital
Previous Post

Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak! Kemenhub Siapkan Strategi Khusus Sumatra–Jawa, Ini Jurusnya

Next Post

Lebaran 2026 Makin Hemat! Keliling Jakarta Cuma Rp 1, Ini Syarat dan Daftar Transportasinya

Next Post
Transjakarta

Lebaran 2026 Makin Hemat! Keliling Jakarta Cuma Rp 1, Ini Syarat dan Daftar Transportasinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Gedung Kemenkeu

Kementerian Keuangan Kehilangan Dividen BUMN Rp90 Triliun, Siapkan Strategi Pengganti

8 Mei 2025 | 21:00
PT Synnex Metrodata Indonesia

PT. Synnex Metrodata Indonesia Bergabung dengan Cyble Partner Network Sebagai Distributor Cyble Untuk Indonesia

19 Januari 2024 | 09:00
Tak hanya berdampak pada tekanan darah, kebiasaan makan mi instan larut malam juga dapat mengganggu kualitas tidur dan memengaruhi kerja hormon yang mengatur siklus tidur serta metabolisme tubuh. Di mana efeknya bahkan bisa dirasakan keesokan hari, mulai dari sakit kepala saat bangun tidur, tubuh terasa lelah, hingga tekanan darah yang tetap tinggi.

Makan Mi Instan Larut Malam Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

5 Juni 2026 | 13:08
Transjakarta

Cara Dapat Kartu Transportasi Gratis Jakarta 2025 untuk 15 Golongan — Lengkap & Mudah!

19 Mei 2025 | 17:00
Menurut Samsul Hidayat, pengembangan ETF emas merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), self regulatory organizations (SROs), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bank bulion serta seluruh pelaku industri pasar modal Indonesia.

Lima ETF Emas Baru Diluncurkan BEI

10 Agustus 2026 | 12:01
Angklung Warisan Budaya Sunda

Angklung Warisan Budaya Sunda

11 Juli 2025 | 15:57
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved