Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Tren Perjalanan Domestik Menguat Saat Lebaran, Lombok dan Yogyakarta Jadi Primadona

SiteMinder mencatat lonjakan pemesanan hotel domestik selama periode Lebaran 2026, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di Lombok, Yogyakarta, dan Bandung di tengah tren staycation dan perjalanan regional yang semakin populer.

by Teguh Imam Suyudi
10 Mei 2026 | 17:00
in Gaya Hidup
tren-perjalanan-domestik-lebaran-2026

SiteMinder

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Tren perjalanan domestik masyarakat Indonesia terus menunjukkan penguatan, terutama selama periode Hari Raya Idul Fitri 2026. Data terbaru dari SiteMinder mengungkapkan bahwa wisatawan domestik kini mendominasi pemesanan hotel di berbagai destinasi wisata Tanah Air.

Berdasarkan data pemesanan hotel sepanjang Maret 2026, wisatawan domestik menyumbang 52 persen dari total pemesanan hotel di Indonesia. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 48 persen.

Kenaikan ini memperpanjang tren pertumbuhan perjalanan domestik dalam dua tahun terakhir. Laporan Hotel Booking Trends SiteMinder sebelumnya juga menunjukkan kontribusi tamu domestik terhadap pemesanan hotel di Indonesia naik dari 43 persen pada 2024 menjadi 48 persen pada 2025.

Lombok hingga Bandung Catat Lonjakan Pemesanan

Momentum Lebaran tahun ini mendorong peningkatan pemesanan hotel di sejumlah destinasi regional. Lombok menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,5 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.

Yogyakarta menyusul dengan kenaikan 7,1 persen, sementara Bandung tumbuh 6,8 persen. Ketiganya melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 2,6 persen.

Sementara itu, Bali mencatat pertumbuhan relatif stabil sebesar 0,1 persen, sejalan dengan tingginya basis permintaan wisata yang telah terbentuk sebelumnya.

Country Manager Indonesia SiteMinder, Fifin Prapmasari, menilai pola perjalanan masyarakat kini semakin fleksibel dan tidak lagi semata berfokus pada mudik keluarga.

“Lebaran tahun ini tetap berakar kuat pada nilai kebersamaan keluarga, namun semakin dipengaruhi oleh keinginan untuk menciptakan pengalaman baru, mulai dari staycation, perjalanan ke destinasi regional, hingga fleksibilitas untuk bepergian sesuai preferensi masing-masing,” ujarnya.

Wisatawan Pesan Hotel Lebih Mendadak

SiteMinder juga mencatat perubahan perilaku wisatawan dalam melakukan pemesanan hotel. Jarak waktu pemesanan atau lead time semakin pendek dibandingkan tahun sebelumnya.

READ  Indonesia Raih Best of the Best 2026 dari Tripadvisor

Lombok mengalami penurunan lead time terbesar, dari rata-rata 24 hari pada 2025 menjadi 20 hari tahun ini. Bali turun menjadi 31 hari, sedangkan Bandung hanya delapan hari.

Secara nasional, rata-rata waktu pemesanan turun dari 16 hari menjadi 15 hari.

Menurut Fifin, tren tersebut menunjukkan wisatawan Indonesia kini semakin spontan dalam merencanakan perjalanan liburan.

Tarif Hotel Turun di Tengah Persaingan

Di tengah meningkatnya permintaan, rata-rata tarif kamar hotel justru mengalami penurunan. Secara nasional, average daily rate turun 3,3 persen menjadi Rp1,71 juta dari sebelumnya Rp1,77 juta.

Bali mencatat penurunan tarif terbesar sebesar 7,4 persen menjadi Rp2,49 juta. Yogyakarta turun 3,4 persen menjadi Rp1,29 juta, sementara Lombok turun 3,2 persen menjadi Rp1,97 juta.

Bandung menjadi satu-satunya kota yang mengalami kenaikan tarif hotel, yakni sebesar 2,5 persen menjadi Rp955.000.

SiteMinder menilai kondisi tersebut membuka peluang bagi hotel untuk menghadirkan paket menginap yang lebih menarik sekaligus menerapkan strategi harga yang dinamis menjelang rangkaian long weekend sepanjang Mei hingga Idul Adha tahun ini.

Tags: Hotel IndonesiaLebaran 2026Pariwisata IndonesiaSiteMinderStaycation
Previous Post

The Battery Show Asia – Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Industri Baterai Asia

Next Post

Jaga Margin Keuntungan, Bank Harus Perkuat Porsi Dana Murah

Next Post
Menurut Ratna kembali, bank yang berfokus di segmen ritel dan UMKM tidak terpengaruh secara signifikan oleh fluktuasi ekonomi global. Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai contohnya. Pada Maret 2026, dicatat memiliki rasio NIM di level 7,7%. Rasio ini didukung oleh porsi CASA yang sampai 68% dari total dana pihak ketiga (DPK) BRI.

Jaga Margin Keuntungan, Bank Harus Perkuat Porsi Dana Murah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa NTT

KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa NTT

19 Agustus 2026 | 12:36
Selain menjatuhkan sanksi, KPPU juga merekomendasikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat pengawasan industri pinjaman online. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah celah regulasi serta membatasi praktik asosiasi yang berpotensi memuat ketentuan anti persaingan di masa depan

Bersekongkol Tetapkan Bunga Tinggi, KPPU Denda 97 Fintech Sebesar Rp 755 Miliar

27 Maret 2026 | 10:50
dukun-pembunuh-pasutri-tegal-pernah-habisi-9-orang

Fakta Terbaru Kasus Dukun Pembunuh Pasutri di Tegal

21 Agustus 2025 | 09:00
akibat-pamer-riya-ulama-dermawan-masuk-neraka

Masuk Neraka Akibat Pamer dan Riya

10 Juni 2025 | 17:00
Sapi Kurban Presiden Prabowo Beratnya 1 Ton Asal Sukoharjo, Bernama Parikesit

Sapi Kurban Presiden Prabowo Beratnya 1 Ton Asal Sukoharjo, Bernama Parikesit

11 Mei 2026 | 16:03
desak-made-emas-asia-2026-tiket-asian-games

Desak Made Sabet Emas Kejuaraan Asia 2026, Indonesia Borong Tiket Asian Games—Dominasi Panjat Tebing Makin Nyata!

11 April 2026 | 06:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved