Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Rupiah Tembus Rp 18.000, Sentimen Global dan Domestik Tekan Nilai Tukar

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, rupiah menyentuh level terlemah di atas Rp 18.000 per dolar AS di tengah eskalasi geopolitik dan data ekonomi AS yang solid.

by Teguh Imam Suyudi
7 Juni 2026 | 09:00
in Bisnis
rupiah-tembus-rp18000-pertama-kali

rupiah-tembus-rp18000-pertama-kali

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Nilai tukar rupiah mencatatkan rekor terburuk sepanjang sejarah pada pekan ini. Untuk pertama kalinya, rupiah tembus ke atas Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (5/6/2026), rupiah di pasar spot ditutup di Rp 18.036 per dolar AS, menguat tipis 0,07% secara harian. Namun dalam sepekan, rupiah terpantau melemah 0,86% dari posisi Rp 17.881 per dolar AS. Bahkan pada Kamis (4/6/2026), rupiah sempat menyentuh level terburuk sepanjang masa di Rp 18.049.

Geopolitik dan Suku Bunga AS Jadi Pemicu

Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, pelemahan rupiah dipengaruhi eskalasi konflik Timur Tengah. Israel melakukan operasi militer di Lebanon Selatan, sementara Iran menembakkan rudal ke Kuwait dan Bahrain. Serangan AS di Pulau Qeshm Iran turut memicu ketegangan di Selat Hormuz, jalur minyak vital dunia.

Dari AS, data PMI non-manufaktur menunjukkan lonjakan harga jasa tertinggi sejak 2022. “Ini memperkuat ekspektasi Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama,” ujar Ibrahim.

Surplus Perdagangan Tergerus

Dari dalam negeri, surplus perdagangan April 2026 anjlok drastis dari US 3,32 miliar menjadi hanya US 89,1 juta. Impor minyak melonjak, sementara inflasi Mei naik ke 3,08%. Moody’s juga memberikan peringkat Baa2 dengan outlook negatif untuk Danantara.

Research and Development ICDX Muhammad Amru Syifa memperkirakan rupiah pekan depan bergerak di kisaran Rp 17.950 – Rp 18.150, sementara Ibrahim memproyeksikan Rp 17.950 – Rp 18.250 per dolar AS. Pasar masih akan cermat menanti data ketenagakerjaan dan inflasi AS serta langkah stabilisasi Bank Indonesia.

READ  Digelar di Yogyakarta, GRC Summit 2026 Perkuat Integrasi AI ESG
Tags: DolarASEkonomi IndonesiaNilai TukarRupiah
Previous Post

Khotbah Istiqlal Serukan Jaga Lingkungan Sebagai Bentuk Pengabdian Kepada Allah SWT

Next Post

Raymond/Joaquin dan Jonatan Christie Gagal Juarai Indonesia Open 2026, Tekanan Jadi Biang Kerok

Next Post
indonesia-open-2026-ekosistem-bulu-tangkis

Raymond/Joaquin dan Jonatan Christie Gagal Juarai Indonesia Open 2026, Tekanan Jadi Biang Kerok

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Sebagai informasi, perubahan status indeks pasar modal oleh MSCI akan memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan dana global dan stabilitas makroekonomi suatu negara. Demikian pula jika kategori diturunkan dari Emerging Market menjadi Standalone Market, maka akan memiliki dampak yang ekstrem dibanding bila Indonesia tetap bertahan di status Emerging Market.

Adaptif dan Agile, Strategi OJK Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan

28 Oktober 2026 | 17:32
Sementara itu, Presiden Direktur Iqtishad Consulting Indonesia yang juga Ketua Umum MASPERA (Masyarakat Peduli Agraria), Associate Professor Agustianto Mingka, M.A., menyampaikan materi mengenai metodologi yurisprudensi ekonomi Islam sebagai pendekatan untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan baru yang muncul seiring dinamika dan kemajuan ekonomi syariah di Indonesia.

KDEKS, Iqtishad Consulting dan Bank Indonesia Sulsel Gelar Sharia Economics Academic Development Forum 2026

27 Oktober 2026 | 14:07
sequis-life-asuransi-dwiguna

Literasi Asuransi Indonesia Meningkat, Inklusi Masih Rendah

25 Oktober 2026 | 17:00
Jakarta Fashion Week 2026 Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya dan Regenerasi Desainer

Jakarta Fashion Week 2026 Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya dan Regenerasi Desainer

27 Oktober 2026 | 11:39
Logo Danantara

Laba BUMN Naik 18,4 Persen Berkat Transformasi

27 Oktober 2026 | 09:00
5-kebiasaan-finansial-stabil-2026-ifg-life

Literasi Asuransi Indonesia Tertinggal dari Inklusi Keuangan

27 Oktober 2026 | 08:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved