Jakarta, CoreNews.id — Serangan DDoS terhadap organisasi di Indonesia meningkat 62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di kuartal I 2026. Selama tiga bulan pertama tahun ini, dicatat lebih dari 280.000 serangan menargetkan organisasi di Indonesia, atau sekitar 3.100 serangan per hari. Serangan terhadap target di Indonesia, 70 persennya bermotif finansial, dengan 41 persen di antaranya disertai tuntutan tebusan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang berada di kisaran 30 persen.
Hal tersebut disampaikan Pendiri dan CEO StormWall, Ramil Khantimirov, melalui keterangan resminya, (22/6/2026). StormWall sendiri adalah perusahaan keamanan siber yang mengkhususkan diri dalam perlindungan DDoS. Menurut Ramil, serangan DDoS di Indonesia berlangsung lebih lama dibandingkan rata-rata global. Hanya 62 persen serangan yang berakhir dalam waktu kurang dari lima menit. Ini menciptakan risiko serius bagi organisasi yang tidak memiliki perlindungan DDoS yang andal.
Menurut Ramil kembali, di antara sektor yang paling sering menjadi target, sektor telekomunikasi menempati posisi pertama dengan menyumbang 26 persen dari seluruh lalu lintas serangan. Sektor ini diikuti oleh industri hiburan sebesar 22 persen dan sektor keuangan sebesar 17 persen. Di Indonesia, industri hiburan menjadi sasaran yang lebih dominan dibandingkan global.*













