Jakarta, CoreNews.id – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026 di tengah dinamika industri yang masih berlangsung. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp6,29 triliun atau tumbuh 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih juga meningkat 7,8 persen menjadi Rp985,88 miliar, sementara EBITDA tetap terjaga di kisaran Rp2 triliun. Kontribusi terbesar terhadap pendapatan dan laba masih berasal dari segmen kelapa sawit dengan porsi sekitar 90 persen.
Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo mengatakan, perusahaan terus menjaga produktivitas melalui pengelolaan operasional yang disiplin, penerapan praktik agronomi yang baik, efisiensi biaya, serta keberlanjutan program peremajaan tanaman (replanting). “Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertahankan daya saing perusahaan dalam jangka panjang,” dalam siaran pers, 30/7/2026.
Energi Terbarukan Tumbuh Pesat
Dari sisi operasional, DSNG mengolah sekitar 1,3 juta ton tandan buah segar (TBS). Meski volume produksi CPO mengalami penurunan, perusahaan berhasil meningkatkan tingkat ekstraksi minyak (Oil Extraction Rate/OER) menjadi 23,51 persen. Kualitas CPO juga membaik dengan penurunan kadar Free Fatty Acid (FFA), sehingga mampu mempertahankan kualitas produk premium.
Sementara itu, bisnis energi terbarukan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan baru. Penjualan ekspor Palm Kernel Shells (PKS) meningkat 29 persen menjadi 31.450 ton, sedangkan penjualan wood pellet melonjak 103 persen menjadi 21.640 ton setelah fasilitas produksi beroperasi penuh.
Di tengah perlambatan permintaan global terhadap produk kayu, terutama dari Eropa dan Amerika Utara, DSNG tetap optimistis mempertahankan pertumbuhan usaha melalui penguatan efisiensi operasional dan pengelolaan keuangan yang prudent. Optimisme tersebut turut diperkuat dengan kembali masuknya DSNG dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 pada Juni 2026 sebagai salah satu perusahaan berkinerja finansial terbaik di kawasan Asia Tenggara.













