Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Digelar di Yogyakarta, GRC Summit 2026 Perkuat Integrasi AI ESG

GRC Summit 2026 di Yogyakarta membahas Intelligent GRC, AI, manajemen risiko, kepatuhan, dan ESG untuk memperkuat ketahanan serta keberlanjutan organisasi.

by Redaksi
21 Agustus 2026 | 21:00
in Bisnis
grc-summit-2026-integrasi-ai-esg-yogyakarta

Ilustrasi Para Pembicara GRC Summit 2026 dibuat oleh ChatGPT

Bagikan sekarang:

Yogyakarta, CoreNews.id – GRC Summit 2026 diselenggarakan pada 20–21 Agustus 2026 secara onsite dan hybrid di Hotel Tentrem, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengusung tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”, forum ini membahas penguatan governance, risk management, dan compliance (GRC) di tengah perubahan lingkungan bisnis.

“GRC Summit 2026 merupakan konferensi internasional yang digelar setiap tahun oleh GRC Association. Penyelenggara menyebut kegiatan tahun ini menjadi penyelenggaraan ketujuh dan dirancang untuk memberikan wawasan komprehensif kepada praktisi serta akademisi mengenai dinamika dan tantangan organisasi, sekaligus kontribusi GRC terhadap keberlanjutan,” jelas Antonius Alijoyo anggota Advisory Board Indonesian Association of Governance, Risk Management, and Compliance dan Supervisory Board GRC Association.

Menurut materi resmi GRC Summit 2026, keberlanjutan menjadi salah satu fondasi organisasi yang ingin tetap tangguh, kompetitif, dan patuh. Karena itu, organisasi perlu memikirkan kembali pendekatan terhadap tata kelola, risiko, dan kepatuhan, termasuk dengan memanfaatkan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Fokus pada Intelligent GRC dan Keberlanjutan

Rangkaian kegiatan terdiri atas Masterclass pada 20 Agustus dan seminar pada 21 Agustus 2026. Materi Masterclass antara lain membahas “Intelligent GRC and Sustainability: From Compliance to Value Creation” serta peran eksekutif dalam membangun Intelligent GRC.

Sementara itu, agenda seminar mengangkat tema “Designing the Future: Risk, Sustainability, and Leadership for National Value Creation” dan “Sustainability by Design: Regulatory Direction for a Resilient Financial Sector”. Pembahasan juga mencakup tantangan membangun keberlanjutan, pengembangan decision intelligence, serta pendekatan praktis untuk membangun Intelligent GRC guna mendukung kinerja berkelanjutan.

Antonius menekankan bahwa GRC Summit tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mempertemukan profesional GRC untuk bertukar wawasan, membahas studi kasus nyata, serta mengeksplorasi strategi baru yang dapat memperkuat tata kelola, mempertajam manajemen risiko, dan membuat kepatuhan lebih adaptif.

READ  Resmi Gabung BRICS, Apa Manfaatnya Bagi Indonesia?

AI dan ESG Jadi Bagian Strategi Bisnis

Integrasi AI dan ESG menjadi bagian penting dalam pembahasan GRC Summit 2026. Pemanfaatan AI diarahkan untuk mendukung penguatan proses audit, manajemen risiko, dan pengambilan keputusan. “Sementara integrasi ESG ditempatkan sebagai bagian dari strategi bisnis untuk membantu organisasi menghadapi tantangan jangka panjang,” Antonius menambahkan.

Selain agenda seminar dan Masterclass, GRC Summit juga memiliki rangkaian Lifetime Achievement Award. Berdasarkan situs resminya, penghargaan tersebut diberikan kepada praktisi dan akademisi yang dinilai konsisten mempraktikkan, menyosialisasikan, dan mengembangkan penerapan GRC dalam organisasi. Pada 2026, penghargaan tersebut memasuki tahun kelima.

Melalui penyelenggaraan GRC Summit 2026, GRC Association mendorong para praktisi dan pemangku kepentingan melihat GRC secara lebih strategis.

“Tata kelola, risiko, kepatuhan, AI, dan keberlanjutan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi perlu diintegrasikan untuk menciptakan organisasi yang adaptif, tangguh, dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Antonius.

Hadirkan Pakar Nasional dan Global

GRC Summit 2026 juga menghadirkan jajaran pembicara dari berbagai latar belakang industri, pemerintahan, akademisi, hingga praktisi GRC. Kehadiran para pakar tersebut memberikan perspektif yang beragam mengenai penerapan tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, dan keberlanjutan di berbagai organisasi.

Salah satu pembicara utama adalah Lee Dittmar, Co-Founder and President Infinity Data AI sekaligus mantan pemimpin global Deloitte. Ia dikenal sebagai pakar tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, dan AI governance. Dittmar juga merupakan OCEG Fellow dan menjadi anggota Advisory Board Indonesian GRC Association.

Pembicara lainnya, Antonius Alijoyo, merupakan pakar governance, risk management, dan compliance dengan pengalaman luas di sektor jasa keuangan. Ia pernah menduduki posisi di sejumlah institusi global dan merupakan pendiri CRMS, LSP MKS, serta Way Academy. Ia juga aktif dalam berbagai forum internasional terkait risiko kompleks dan tata kelola.

READ  Profil Glenny Kairupan, Purnawirawan Jadi Bos Garuda Indonesia

Dari sektor pemerintahan dan BUMN, GRC Summit 2026 menghadirkan antara lain Muhammad Awaluddin, Presiden Direktur PT Jasa Raharja; Prakosa Grahayudiandono, Direktur Sistem dan Manajemen Risiko Bappenas; Denny Triyanto, Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero); serta Syamsi Hari, Ketua BNSP periode 2023–2028.

Jajaran pembicara juga mencakup Hery Subowo dari BPK, Julianti dari PT Astra International Tbk, Tuhu Nugraha Dewanto yang bergerak di bidang AI governance dan ekonomi digital, serta Bobby Hamzar Rafinus dari Ombudsman Republik Indonesia.

Sementara dari kalangan akademisi dan profesional GRC terdapat Dominicus Savio Priyarsono dari IPB University, Gancar Candra Premananto dari Universitas Airlangga, Charles R. Vorst dari IRMAPA, Jeffrey S. Siregar dari KNKG, serta Ridwan Hendra dari CRMS Indonesia.

Keragaman latar belakang pembicara tersebut memperkuat posisi GRC Summit 2026 sebagai forum untuk membahas bagaimana tata kelola, risiko, kepatuhan, teknologi AI, dan keberlanjutan dapat diterapkan secara terintegrasi dalam menghadapi tantangan organisasi ke depan.

Tags: GRC Summit 2026Intelligent GRCsustainability
Previous Post

Lodewyk Pusung Ungkap Telepon Teddy Sebelum Dicopot dan Ditangkap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

jobstreet-perkuat-generasi-muda-pelatihan-ai-digital

Lima Langkah Strategis Negosiasi Gaji

20 Agustus 2026 | 21:00
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
grc-summit-2026-integrasi-ai-esg-yogyakarta

Digelar di Yogyakarta, GRC Summit 2026 Perkuat Integrasi AI ESG

21 Agustus 2026 | 21:00
kpk-tahan-mantan-dirut-pgn-korupsi-249-miliar

OTT KPK di Rektorat Unsoed Soal Penerimaan Mahasiswa

21 Agustus 2026 | 09:00
Menurut Erick, IDCEC sebagai sebuah asosiasi akan mendorong penguatan ekosistem pusat data nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi lokasi pembangunan fasilitas, tetapi juga memiliki kemampuan industri yang lebih mandiri. Karena itu, IDCEC akan hadir untuk memperkuat kolaborasi antara operator pusat data, penyedia teknologi, investor, pemerintah, regulator, akademisi, dan tenaga profesional. Terlebih, kebutuhan infrastruktur pusat data juga semakin besar seiring meningkatnya pemanfaatan AI.

IDCEC Harap Ekosistem Industri Diperkuat Seiring Meningkatnya Bisnis Data Center Indonesia

21 Agustus 2026 | 11:38
Lodewyk Pusung Ungkap Telepon Teddy Sebelum Dicopot dan Ditangkap

Lodewyk Pusung Ungkap Telepon Teddy Sebelum Dicopot dan Ditangkap

21 Agustus 2026 | 15:20
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved