Teknologi pengolahan dan inovasi produk dinilai dapat memperkuat hilirisasi kelapa Indonesia sekaligus membuka peluang pasar global.
Jakarta, CoreNews.id – Tetra Pak menyoroti pentingnya inovasi dan teknologi pengolahan dalam mendorong pertumbuhan industri kelapa Indonesia, terutama untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas akses produk kelapa ke pasar global.
Berbekal pengalaman hampir 40 tahun bekerja sama dengan produsen kelapa di Indonesia, perusahaan teknologi pengolahan dan pengemasan makanan tersebut menilai penguatan hilirisasi menjadi peluang strategis bagi pengembangan industri kelapa nasional.
Dorong hilirisasi kelapa
Processing Director Malaysia, Singapore, Filipina dan Indonesia (MSPI) Tetra Pak Hemang Dholakia mengatakan peningkatan produktivitas di tingkat pertanian perlu diikuti pengolahan yang efisien serta inovasi produk.
“Terdapat peluang besar untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian dan para pengolah kelapa melalui proses hilirisasi yang efisien,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, 2/9/2026.
Menurut dia, penerapan teknologi yang tepat, diferensiasi produk, serta solusi yang berorientasi ekspor dapat membantu produsen memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Indonesia saat ini memproduksi sekitar 2,132 juta ton kelapa per tahun. Namun, produktivitas nasional yang diperkirakan sekitar 1,1 ton per hektare masih berada di bawah potensi 3,5-5 ton per hektare.
Dengan sekitar 98 persen perkebunan kelapa dikelola petani skala kecil, peningkatan produktivitas dan penguatan industri hilir dinilai berpotensi memberikan manfaat lebih besar bagi ekosistem kelapa.
Pemerintah juga telah mengumumkan pengembangan 151.554 hektare kawasan hilirisasi kelapa di 28 provinsi pada Juli 2026.
Teknologi buka pasar ekspor
Tetra Pak menilai pengolahan kelapa memiliki tantangan teknis, antara lain perubahan kimia dan biokimia serta sensitivitas air kelapa terhadap oksigen.
Perusahaan mengembangkan teknologi seperti AirTight separator dan Direct UHT untuk membantu menjaga kualitas produk. Jika dipadukan dengan kemasan karton aseptik, teknologi tersebut dapat mendukung masa simpan produk hingga satu tahun tanpa bahan pengawet.
Selain teknologi, tren produk kelapa juga terus berkembang. Minuman kelapa hybrid ready-to-drink secara global mencatat pertumbuhan tahunan gabungan 42 persen pada 2022-2025.
Tetra Pak menilai perkembangan tersebut menunjukkan potensi produk kelapa Indonesia untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan berorientasi ekspor.













