Jakarta, CoreNews.id – Gerakan Muda Nasional meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami seluruh fakta terkait perkara HGB Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ketua Umum Gema Nasional Eko Saputra meminta setiap informasi yang berkaitan dengan konstruksi perkara diuji berdasarkan alat bukti.
“Kami meminta KPK menelusuri secara serius apakah ada keterkaitan Ranny Fahd dengan perkara OTT Bogor. Informasi, komunikasi, transaksi, maupun fakta relevan perlu diklarifikasi melalui proses hukum,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Senin, 28 September 2026.
Eko menegaskan permintaan tersebut bukan untuk menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu. “Kami tidak sedang memvonis siapa pun. Kami hanya meminta KPK membuka dan menguji semua fakta yang berkaitan dengan perkara ini,” ujarnya.
Gema Nasional juga meminta KPK menelusuri kemungkinan aliran dana, komunikasi, pertemuan, serta hubungan bisnis maupun nonbisnis yang berkaitan dengan perkara. Menurut Eko, seluruh informasi harus diuji berdasarkan bukti.
KPK sebelumnya melakukan OTT pada 14 September 2026 terkait pengurusan HGB Summarecon dan menyita barang bukti elektronik serta uang tunai sekitar Rp106,3 miliar. Sehari kemudian, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka.













