Influenza A masih menjadi salah satu infeksi saluran pernapasan yang perlu diwaspadai. Namun, risiko penularannya dapat dikurangi melalui sejumlah kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Jakarta, CoreNews.id – Virus influenza terus beredar dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Karena itu, menjaga perlindungan terhadap influenza tidak hanya penting ketika terjadi peningkatan kasus, tetapi juga perlu dilakukan secara rutin.
Dokter spesialis mikrobiologi klinik lulusan Universitas Diponegoro, dr. Andrew Adhytia Lieputra, Sp.MK, mengatakan ada lima langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko penularan influenza A.
“Virus influenza terus beredar dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sehingga pencegahan tetap penting dilakukan setiap tahun,” kata Andrew dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
1. Menjaga kondisi tubuh
Langkah pertama adalah menjaga kondisi tubuh.
Pola makan bergizi seimbang, olahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan menjaga kesehatan secara umum dapat membantu tubuh mempertahankan fungsi sistem kekebalan.
Kebiasaan tersebut bukan berarti seseorang menjadi sepenuhnya kebal terhadap influenza. Namun, kondisi tubuh yang baik membantu sistem imun bekerja secara optimal ketika menghadapi infeksi.
2. Mendapatkan vaksin influenza
Vaksinasi menjadi langkah berikutnya, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Vaksin influenza umumnya diberikan secara berkala, termasuk setiap tahun, karena virus influenza dapat mengalami perubahan.
Komposisi vaksin juga dapat diperbarui untuk menyesuaikan dengan virus yang diperkirakan akan beredar.
Perlindungan antibodi setelah vaksinasi pun dapat menurun seiring waktu.
Karena itu, vaksinasi tahunan dapat menjadi bagian penting dari upaya perlindungan terhadap influenza, terutama bagi kelompok rentan.
3. Memakai masker di tempat berisiko
Masker masih dapat menjadi perlindungan tambahan, terutama ketika seseorang berada di tempat ramai atau ruang tertutup.
Andrew, yang juga dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya, mengatakan penggunaan masker dapat membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan.
“Penggunaan masker membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan dari orang yang sedang sakit sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi orang di sekitarnya,” ujarnya.
Influenza dapat menyebar melalui partikel pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau bahkan bernapas, terutama ketika orang-orang berada dalam jarak dekat.
4. Perhatikan cara batuk dan bersin
Hal sederhana lain yang sering diabaikan adalah etika batuk dan bersin.
Menutup mulut dan hidung dengan telapak tangan sebaiknya dihindari. Sebab, virus dapat berpindah ke tangan dan kemudian menyebar ketika seseorang menyentuh benda atau permukaan lain.
Jika tersedia, gunakan tisu sekali pakai untuk menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin. Setelah itu, segera buang tisu ke tempat sampah.
Jika tisu tidak tersedia, gunakan bagian dalam siku atau lengan atas.
Kebiasaan ini sederhana, tetapi dapat membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan kepada orang lain.
5. Jangan abaikan kebersihan tangan
Tangan juga dapat menjadi salah satu jalur perpindahan virus.
Setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi, seseorang dapat tanpa sadar menyentuh hidung, mulut, atau mata. Dari sana, virus berpotensi masuk ke tubuh.
Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
Jika air dan sabun tidak tersedia, hand sanitizer berbasis alkohol dapat menjadi pilihan.
Apa saja gejala influenza A?
Influenza sering dianggap sama dengan pilek biasa. Padahal, infeksi influenza dapat menimbulkan gejala yang lebih berat.
Gejala dapat berupa demam, menggigil, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta rasa lelah yang cukup berat.
Gejala biasanya muncul sekitar satu hingga empat hari setelah seseorang terpapar virus.
Bagi sebagian orang, influenza dapat sembuh tanpa menimbulkan masalah serius. Namun, tidak semua orang memiliki risiko yang sama.
Anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, atau gangguan sistem imun memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi berat dan komplikasi.
Pneumonia menjadi salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai
Salah satu komplikasi influenza yang perlu mendapat perhatian adalah pneumonia atau radang paru-paru.
Tanda-tandanya dapat berupa sesak atau kesulitan bernapas, nyeri dada, tubuh tampak sangat lemah, kesulitan makan atau minum, dehidrasi, hingga penurunan kesadaran.
Pada lansia atau orang dengan gangguan sistem imun, infeksi berat juga tidak selalu menunjukkan gejala yang khas.
Karena itu, perubahan kondisi tubuh perlu diperhatikan, terutama pada kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
Bagaimana influenza diperiksa?
Menurut Andrew, influenza dapat diperiksa menggunakan rapid antigen test.
Sampel pemeriksaan diambil dari saluran pernapasan menggunakan swab hidung atau nasofaring.
Selain itu, dokter dapat menggunakan pemeriksaan PCR atau metode molekuler lainnya untuk mendeteksi virus influenza dengan sensitivitas yang lebih tinggi.
Pemeriksaan tersebut terutama dapat digunakan pada pasien dengan gejala berat, pasien yang dirawat di rumah sakit, atau mereka yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Pada akhirnya, pencegahan influenza tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit.
Menjaga kondisi tubuh, mendapatkan vaksinasi, memakai masker ketika berada dalam situasi berisiko, menerapkan etika batuk dan bersin, serta mencuci tangan merupakan kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan.












