Lonjakan penjualan saat Harbolnas belum tentu menghasilkan laba. Brand perlu menjaga margin keuntungan, ketersediaan stok, dan loyalitas pelanggan setelah promo berakhir.
Jakarta, CoreNews.id — Perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) menjadi kesempatan bagi brand untuk meningkatkan penjualan. Namun, tingginya transaksi selama promo 10.10, 11.11, dan 12.12 tidak selalu menjamin keuntungan yang lebih besar.
Kementerian Perdagangan mencatat transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp 36,4 triliun, meningkat 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, nilai transaksi yang tinggi belum menggambarkan laba bersih ataupun kemampuan brand mempertahankan pelanggan.
Dalam whitepaper Megasale Playbook, perusahaan teknologi perdagangan digital Fynd mengidentifikasi lima strategi untuk membantu brand memaksimalkan keuntungan selama musim belanja.
Lima strategi menghadapi Harbolnas
Pertama, menghitung keuntungan per pesanan. Brand perlu memperhitungkan diskon, komisi platform, biaya iklan, logistik, dan potensi retur agar tidak mengejar penjualan dengan mengorbankan margin.
Kedua, memperkuat operasional dan pengelolaan stok. Ketidaksesuaian data persediaan dapat menyebabkan pembatalan pesanan, penalti, dan menurunkan peringkat produk di marketplace.
Ketiga, membangun hubungan langsung dengan pelanggan. Program garansi, layanan penukaran ukuran, dan program loyalitas dapat membantu brand mengenali pembeli serta mendorong transaksi berulang.
Keempat, mengoptimalkan marketplace dan toko daring sendiri. Marketplace membantu menjangkau konsumen baru, sedangkan situs resmi memberikan peluang lebih besar untuk membangun hubungan pelanggan dan mengelola pengalaman berbelanja.
Kelima, menyiapkan strategi setelah 12.12. Periode 45 hari setelah kampanye perlu dimanfaatkan untuk mengelola retur, meningkatkan layanan pelanggan, dan menawarkan produk kepada pembeli baru.
Fokus pada keuntungan jangka panjang
Chief Business Officer Global Fynd, Ronak Modi, 26/10/2026, mengatakan keberhasilan Harbolnas tidak hanya ditentukan oleh permintaan, tetapi juga kemampuan brand mengelola stok, pengiriman, dan hubungan pelanggan.
Fynd menawarkan platform perdagangan omnichannel berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengintegrasikan inventaris, data pelanggan, dan pemrosesan pesanan dari berbagai kanal.
Pada akhirnya, keberhasilan Harbolnas tidak cukup diukur dari omzet. Kemampuan mempertahankan keuntungan dan mengubah pembeli musiman menjadi pelanggan tetap menjadi faktor penting bagi pertumbuhan bisnis setelah musim promo berakhir.













