Penglihatan buram kerap dianggap sebagai bagian dari penuaan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda katarak yang perlu diperiksa sejak dini untuk mencegah gangguan penglihatan semakin parah.
Jakarta, CoreNews.id – Banyak orang menganggap penglihatan yang semakin buram sebagai bagian normal dari proses penuaan. Akibatnya, pemeriksaan mata sering ditunda hingga gangguan penglihatan mulai menghambat aktivitas sehari-hari.
Padahal, penglihatan yang memburuk secara perlahan dapat menjadi tanda katarak. Dokter mata mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kualitas penglihatan, terutama pada usia lanjut.
Dalam podcast KMN EyeCare, 27/10/2026, dokter spesialis mata Dr. Ricky E. Rooroh, SpM, mengatakan banyak pasien baru memeriksakan mata ketika kemampuan melihat mereka sudah menurun cukup signifikan.
“Kondisi ini berkembang perlahan sehingga banyak pasien tidak menyadari perubahan yang terjadi pada penglihatannya,” kata Ricky.
Katarak Bukan Sekadar Masalah Usia
Katarak terjadi ketika lensa mata yang semula jernih menjadi keruh. Kondisi ini menghambat masuknya cahaya ke retina sehingga penglihatan tampak berkabut atau buram.
Meski pertambahan usia merupakan faktor risiko utama, penglihatan kabur tidak boleh langsung dianggap sebagai proses penuaan yang normal.
Penderita katarak juga dapat mengalami silau berlebihan dan kesulitan melihat pada malam hari. Karena gejalanya berkembang bertahap, sebagian orang tidak menyadari penurunan penglihatan hingga kondisinya mengganggu rutinitas.
Kapan Harus Memeriksakan Mata?
Gangguan penglihatan akibat katarak dapat memengaruhi berbagai aktivitas, mulai dari membaca dan bekerja di depan komputer hingga mengenali wajah dan berkendara pada malam hari.
Pada kelompok lanjut usia, penurunan kemampuan melihat juga dapat meningkatkan risiko jatuh dan cedera.
Karena itu, pemeriksaan mata penting dilakukan ketika muncul perubahan penglihatan. Masyarakat sebaiknya tidak menunggu sampai pandangan semakin buram atau aktivitas sehari-hari terganggu.
Pemeriksaan mata secara berkala juga dianjurkan, terutama setelah usia 40 tahun, sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.
Deteksi dini membantu dokter menilai kondisi mata dan menentukan penanganan yang tepat. Dengan pemeriksaan rutin, gangguan penglihatan dapat diketahui lebih awal sehingga kualitas hidup tetap terjaga.













