Menjelang satu abad pengembangan panas bumi Indonesia, Pertamina Geothermal Energy mempercepat 12 proyek berkapasitas total 320 MW. Langkah ekspansi didukung pertumbuhan laba bersih 21,45 persen hingga kuartal III-2026.
Jakarta, CoreNews.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mempercepat pengembangan energi panas bumi untuk meningkatkan kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri menjadi 1 gigawatt (GW) pada 2028. Target tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan menyambut 100 tahun pengembangan panas bumi Indonesia pada 2026.
Sejarah pengembangan panas bumi nasional bermula dari penemuan potensi energi tersebut di Kamojang, Jawa Barat, pada 1926.
Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 megawatt (MW). Perusahaan menargetkan kapasitas meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033 melalui pengembangan proyek baru, optimalisasi aset, dan ekspansi bisnis.
Laba bersih tumbuh 21,45 persen
Ekspansi tersebut ditopang kinerja keuangan yang positif. Hingga September 2026, PGE mencatat pendapatan US$352,20 juta, meningkat 10,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih tumbuh lebih tinggi, yakni 21,45 persen menjadi US$126,62 juta. Sementara itu, EBITDA mencapai US$287,77 juta atau naik 15,58 persen. Kas dan setara kas tercatat US$713,68 juta.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani, 5/11/2026, mengatakan pengembangan bisnis panas bumi diarahkan untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat sekaligus memperkuat transisi energi nasional.
Menurut dia, penyediaan listrik berbasis panas bumi dan pengembangan bisnis Beyond Electricity menjadi bagian dari strategi perusahaan.
Direktur Keuangan PGE Fransetya Hasudungan Hutabarat menambahkan, pertumbuhan bisnis harus diimbangi dengan profitabilitas dan kesehatan keuangan.
Produksi listrik cetak rekor
Dari sisi operasional, produksi listrik panas bumi PGE mencapai 4.114 gigawatt hour (GWh) sepanjang Januari-September 2026. Angka tersebut meningkat 9,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan mencapai 108,22 persen dari target.
Untuk memperkuat kapasitas produksi, perusahaan mengintensifkan pengeboran dan pengembangan sejumlah proyek, termasuk PLTP Hululais Unit 1 dan 2, Lumut Balai Unit 3 dan 4, serta Lahendong Unit 7 dan 8.
PLTP Hululais ditargetkan beroperasi komersial pada 2028, sedangkan Lumut Balai Unit 3 ditargetkan beroperasi pada 2030.
PGE juga memprioritaskan 12 proyek berkapasitas total 320 MW untuk mengejar target 1 GW pada 2028. Lima proyek dengan kapasitas gabungan 105 MW dipercepat dari jadwal awal yang direncanakan beroperasi setelah 2028.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi mengatakan pengeboran berperan penting dalam menemukan potensi kapasitas baru sekaligus menjaga pasokan uap dari aset yang telah beroperasi.













