Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Cagar Budaya Kawasan Pecinan Tersembunyi di Kota Bandung

by Rendy
17 Maret 2024 | 11:25
in Humaniora
Cagar Budaya Kawasan Pecinan Tersembunyi di Kota Bandung
Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Kota Bandung mempunyai sebuah kawasan Pecinan yang tersembunyi. Namanya Komplek Jap Loen.

Meskipun tidak ada wilayah yang bisa dikatakan kampung Pecinan secara spesifik di Kota Bandung, akademisi sekaligus Pengamat Pecinan di Kota Bandung, Sugiri Kustedja melihat Komplek Jap Loen menjadi titik yang paling mendekati pecinan.

Komplek Jap Loen saat ini lebih dikenal dengan Jalan Ikan Asin di Pasar Andir, Kota Bandung. Sebutan Jalan Ikan Asin merujuk pada penamaan masing-masing jalan, yakni Jalan Kakap, Jalan Teri, Jalan Gabus, dan Jalan Pepetek.

Dalam penelitian yang berjudul Jejak Komunitas Tionghoa dan Perkembangan Kota Bandung, Sugiri menuliskan Yap Loen adalah seorang pengusaha tekstil dan properti. Ia aktif pada banyak organisasi Tionghoa, THHK (pendidikan), Siang hwe (perdagangan), Hong Hoat Tong (paguyuban), dan anggota dewan regentschapsraad Bandoeng.

Daerah itu kemudian dikenal juga sebagai kompleks Yap-lun, Yaploen straat, Yaploen plein. Perusahaan pengembangnya adalah ‘Jap Loen & Co.’ dan ‘NV Bow Mij Tjoan Seng’.

Dulunya, di daerah itu terdapat sekitar 130 buah ruko satu lantai khas Tionghoa. Sugiri menyebut ruko tersebut mulanya berderet dan seragam. Saat ini wajah pertokoan tersebut sudah berubah, tapi masih ada satu hal yang menjadi ciri khas pecinan di sana.

Yakni Thiam Tang. Bagian dinding depan ruko yang terdiri dari 3 bidang lembaran konstruksi kayu. Itu menjadi ciri paling khas di situ. Dinding depannya dari kayu, ada tiga segmen. Itu gaya dari Tiongkok Selatan.

Kayu bagian teratas biasanya ditarik agar matahari bisa masuk ke dalam toko, namun tidak sepenuhnya karena terhalang kayu tersebut. Namun jika para pedagang itu welcome, kata Sugiri, kayu bagian bawah pun akan diangkat sehingga mempermudah akses orang keluar masuk.

READ  Warisan Budaya Hotel Tertua di Kota Bandung, Namanya Diambil dari Warga Jerman

Saat ini yang tersisa, pertokoan dengan jendela kayu yang khas tersebut masih mudah ditemui dari sepanjang Jalan Kakap menuju ke Jalan Pepetek (pasar basah tempat berjualan sayur dan ikan di belakang Pasar Andir).

Kondisi Komplek Jap Loen tersebut ramai oleh pedagang yang berjualan mayoritas kebutuhan rumah tangga seperti sabun, sampo, jajanan, ikan asin, daging ayam, sayur, dan masih banyak lagi. Kebanyakan dari mereka menggelar lapak di luar ruko, ada beberapa ruko yang dibuka untuk berjualan tapi ada pula yang tidak.

Sayangnya, komplek yang bisa menjadi titik pecinan di Kota Bandung ini kurang begitu terawat. Kondisi jalannya tak mulus, lapak-lapak di gelar di pinggir jalan agar memudahkan pembeli membuatnya terkesan kurang rapi. Terlebih jika menengok ke area Jalan Pepetek yang sudah padat kios dan beratapkan seng atau terpal.

Di sisi lain, Jalan Cibadak menjadi ruas jalan yang lebih dikenal sebagai pecinan di Kota Bandung. Hal ini karena mayoritas penduduknya etnis Tionghoa, serta jalanan ini dikenal dengan kulinernya yang beragam dan mudah ditemui kuliner khas atau akulturasi Tiongkok.

Tags: Budayakota BandungPecinan
Previous Post

5 Minuman Terbaik untuk Meredakan Sakit Asam Lambung

Next Post

Benhil Destinasi Favorit Berburu Takjil di Jakarta

Next Post
Benhil Destinasi Favorit Berburu Takjil di Jakarta

Benhil Destinasi Favorit Berburu Takjil di Jakarta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia)

Berorientasi Industri Kreatif, Peminat Studi di Polimedia Terus Meningkat

14 Januari 2025 | 17:00
KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa NTT

KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa NTT

19 Agustus 2026 | 12:36
dilema-investasi-peternakan-babi-jepara

Dilema Investasi Peternakan Babi Rp 10 Triliun di Jepara, Mengapa Warga Menolak?

6 Agustus 2025 | 09:00
Kenaikan tarif Tol Tamer itu akan dimulai dikenakan pada pukul 00.00 WIB.

Tarif Tol Tangerang-Merak Naik Mulai Selasa 15 April 2025

14 April 2025 | 15:50
Sebagai awalan, OJK melakukan pendekatan yang lebih persuasif. OJK bahkan sudah mengirimkan surat kepada seluruh bank di KBMI 1 untuk mulai mengeksplor kemungkinan-kemungkinan konsolidasi. Selanjutnya tinggal selangkah ke Peraturan OJK (POJK) setelah semua analisis dampak dituntaskan

Kinerja Kurang Memuaskan, OJK Akan Hapus Bank KBMI 1

6 November 2025 | 16:22
Diponegoro pantas mendapat apresiasi Keraton Surakarta karena berkatnya, Keraton Yogyakarta kembali menjadi negara Uttama. Sebelumnya, kekalahan atas Perang Sepei dari sebab melawan perintah Raffles, membuat Keraton Yogyakarta dipermalukan. Sultan HB 2 dibuang dan Yogyakarta menjadi negara yang dinilai Nistha. Hal ini karena, Sultan menyerah dan kemudian ditangkap Inggris.

Catatan Kecil Dibalik Diorama Perlawanan Pangeran Diponegoro di Keraton Surakarta

28 September 2025 | 13:19
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved