Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Ini Penyebab Biaya Logistik Indonesia Tertinggi di ASEAN

by Irawan Djoko Nugroho
31 Juli 2025 | 17:16
in Ekonomi
Menurut Yukki, tingginya biaya logistik nasional ini tidak terlepas dari ketersediaan infrastruktur logistik yang belum terintegrasi dan merata, serta rantai pasok yang belum efisien.

Ilustrasi: Logistik. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Biaya logistik Indonesia menurut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tertinggi di ASEAN, yaitu mencapai 14,29% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Tingginya biaya logistik nasional ini tidak terlepas dari ketersediaan infrastruktur logistik yang belum terintegrasi dan merata, serta rantai pasok yang belum efisien.

Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi di Jakarta (31/7/2025). Menurut Yukki, tingginya biaya logistik nasional ini tidak terlepas dari  ketersediaan infrastruktur logistik yang belum terintegrasi dan merata, serta rantai pasok yang belum efisien.

Secara umum, pergerakan logistik di Indonesia 90% berada di darat, 9% laut, dan kurang dari 1% udara. Adapun beberapa permasalahan yang ada diantaranya adalah dari sisi kuantitas, ketersediaan jalan di Indonesia tercatat sebesar 1,2 km jalan beraspal per lahan garapan, masih berada di bawah Thailand, India, Cina yang masing-masing jalan beraspal per lahan garapannya berada pada tingkat 2,4 km, 2,9 km, dan 3,8 km.

Selain itu, permasalahan pergudangan yang terkonektivitas dengan kawasan industri terletak jauh dari pelabuhan sehingga menyebabkan munculnya choke point. Sementara itu dari sisi cargo processing bandara, terdapat keterbatasan infrastruktur dan kemampuan penanganan kargo udara yang menyebabkan rata-rata dwell time menjadi lebih lama dibandingkan negara lain. Bila rata-rata dwell time aviation di Indonesia tercatat 2,6 hari, negara seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia dicatat masing-masing hanya 2,1 hari, 1,6 hari, dan 1,1 hari.*

READ  Gaji ASN dan Pensiunan Naik 8% dan 12 %
Tags: ALFILogistikYukki Nugrahawan Hanafi
Previous Post

Trump Hadiri KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur Oktober 2025

Next Post

Biaya Transportasi Warga Depok dan Bekasi Tertinggi se-Indonesia, Apa Penyebabnya?

Next Post
biaya-transportasi-depok-bekasi-tertinggi

Biaya Transportasi Warga Depok dan Bekasi Tertinggi se-Indonesia, Apa Penyebabnya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

hp-elevate-2026-ai-pc-indonesia

HP Perkenalkan AI PC dan Solusi Future of Work di HP Elevate 2026, Siap Percepat Transformasi Digital Indonesia

26 Juni 2026 | 09:00
kemdiktisaintek-minta-kampus-serius-bina-maba-usai-kasus-unsri

Ujian Nasional Versi Baru, Cek Mata Pelajaran TKA untuk SD, SMP, dan SMA

10 April 2025 | 21:00
Kereta Cepat Whoosh Siapkan Fasilitas Lengkap Demi Kenyamanan dan Keamanan Penumpang

KCIC Catat 311 Ribu Penumpang Whoosh Saat Lebaran 2026

31 Maret 2026 | 16:53
Menurut laporan keuangan BRI, capaian tersebut salah satunya didorong oleh penurunan beban bunga BRI sebesar 14,37% yoy menjadi Rp 18,26 triliun. Dan sekalipun pendapatan bunga bank terkoreksi tipis 0,07%yoy menjadi Rp 66,76 triliun, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BRI masih berhasil tumbuh 6,64% yoy menjadi Rp 48,5 triliun.

BRI Berhasil Bukukan Laba Rp 20,42 Triliun pada Mei 2026

25 Juni 2026 | 15:07
piala dunia

Tujuh Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Turki dan Qatar Angkat Koper

26 Juni 2026 | 17:00
Menurut Bahlil, total konsumsi solar nasional saat ini mencapai 39 juta kiloliter (kl), di mana pada program B40 sebelumnya, porsi bahan bakar nabati (FAME) dicatat telah mencapai 40%. FAME adalah campuran CPO dengan metanol. Ketika dicampur menjadi solar, namanya menjadi B40.

Solar B50 Akan Diluncurkan 1 Juli

25 Juni 2026 | 15:58
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved