Jakarta, CoreNews.id — Mengonsumsi mi instan pada malam hari lebih berbahaya dibandingkan siang hari. Makanan tinggi garam yang dikonsumsi menjelang tidur dapat mengganggu fenomena nocturnal dipping, yakni penurunan tekanan darah secara alami saat tidur yang diperlukan untuk pemulihan jantung dan pembuluh darah. Selain itu, fungsi ginjal yang melambat pada malam hari membuat pembuangan kelebihan natrium menjadi kurang optimal sehingga efek peningkatan tekanan darah berlangsung lebih lama.
Hal tersebut disampaikan dokter spesialis jantung dr. Ayan Kar seperti dikutip dari Hindustan Times, (5/6/2026). Menurut Ayan Kar kembali, sensitivitas insulin yang menurun pada malam hari membuat konsumsi makanan tinggi karbohidrat, seperti mi instan, lebih berisiko memicu lonjakan gula darah dan gangguan metabolisme dalam jangka panjang.
Tak hanya berdampak pada tekanan darah, kebiasaan makan mi instan larut malam juga dapat mengganggu kualitas tidur dan memengaruhi kerja hormon yang mengatur siklus tidur serta metabolisme tubuh. Di mana efeknya bahkan bisa dirasakan keesokan hari, mulai dari sakit kepala saat bangun tidur, tubuh terasa lelah, hingga tekanan darah yang tetap tinggi.
Sebagai alternatif, disarankan camilan yang lebih sehat seperti pisang dan kacang tanpa garam, susu hangat dengan kunyit, teh chamomile, atau roti gandum dengan sedikit selai kacang. Pilihan makanan tersebut dinilai lebih aman untuk meredakan lapar tanpa memberikan beban berlebihan pada jantung, ginjal, maupun sistem metabolisme tubuh.*













