Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Update Keracunan Massal MBG Cisarua: SPPG Ditutup Sementara

by Redaksi
15 Oktober 2025 | 14:32
in Nasional
Darurat Keracunan MBG di Bandung Barat, Ratusan Siswa Terkapar

Foto: Ilustrasi/Antara

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus meluas. Hingga Rabu (15/10) pukul 11.15 WIB, tercatat 345 siswa mengalami gejala keracunan.

Koordinator Posko SMPN 1 Cisarua, Aep Kunaefi, mengatakan sebagian besar korban sudah pulih. “Total keseluruhan dari kemarin ada 345 siswa. Dari jumlah itu, 285 siswa sudah kembali pulih, sementara sisanya masih dirawat,” ujar Aep di Posko SMPN 1 Cisarua.

Gejala yang dialami antara lain pusing, mual, muntah, dan sesak napas. Para korban dirawat di posko sekolah serta rumah sakit terdekat seperti RS Lembang, RS Cibabat, dan RS Advent.

Dinas Kesehatan KBB mencatat, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyandaan yang menyiapkan menu MBG itu menyalurkan makanan ke delapan sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMK dan MA dengan total 3.649 porsi.

Kasus ini terjadi dalam dua gelombang: pertama di SMPN 1 Cisarua pada Selasa, dan berikutnya di SMKN 1 Cisarua serta SDN 1 Garuda pada Rabu.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan operasional dapur SPPG Panyandaan ditutup sementara. “Kami hentikan dulu operasional dari dapur SPPG di Cisarua setelah keracunan massal,” kata Jeje.

Ia menambahkan, langkah ini diambil untuk mendukung investigasi penyebab keracunan. “Nanti kami cek kondisi SPPG-nya. Kita evaluasi terkait MBG ini supaya tidak terus bertambah dan tidak terulang kejadiannya,” ujarnya.

Meski begitu, Jeje memastikan pemerintah belum menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). “Belum (KLB), penanganannya lebih cepat daripada kasus waktu di Cipongkor. Sekarang kita fokus ke penanganan korban dulu,” katanya.

Sementara itu, kegiatan belajar di sekolah terdampak dialihkan secara daring sementara waktu. “Untuk beberapa hari dialihkan dulu jadi daring, untuk masuk seperti biasa akan melihat perkembangan di lapangan,” kata guru SMPN 1 Cisarua, Fakhmi Nurdiansyah.

READ  Kepala BGN Catat 6.517 Korban Keracunan Makan Bergizi Gratis

Kepala Dapur SPPG Panyandaan, Setia Wiguna M, menjelaskan proses memasak dilakukan sejak malam untuk mengejar waktu distribusi pagi hari. “Dapur kami masak itu di jam 11 malam, karena kami mengejar waktu sampai di jam 3 subuh, kemudian dengan proses pemakingan di jam 4,” ujarnya.

Setia juga menegaskan bahwa dapurnya telah berupaya menjaga kualitas bahan baku. “Saya mau yang paling kualitas, yang paling bagus dan tidak bau pada saat datang. Jadi untuk pengolahan pun kami langsung dibersihkan,” jelasnya.

Namun diketahui, dapur SPPG Panyandaan yang telah beroperasi sejak Februari 2024 belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). “Untuk sertifikat itu kami sudah suruh dijadwalkan tanggal 21 Oktober (baru pelatihannya),” kata Setia.

Tags: keracunan MBGSPPG Cisarua
Previous Post

MTV Tutup Lima Saluran Musik Setelah 40 Tahun Mengudara

Next Post

Aceh Siapkan Lahan 300 Ha untuk China, Buat Apa?

Next Post
Aceh Siapkan Lahan 300 Ha untuk China, Buat Apa?

Aceh Siapkan Lahan 300 Ha untuk China, Buat Apa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Menag Ungkap Lima Sumber Pengetahuan yang Diajarkan di Pesantren

Menag Ungkap Lima Sumber Pengetahuan yang Diajarkan di Pesantren

23 Oktober 2026 | 11:24
Menurut Hasan, besarnya sanksi tersebut menjadi rekor denda terbesar sepanjang sejarah OJK. OJK juga tidak akan ragu menjatuhkan sanksi berat apabila pelanggaran yang dilakukan memang menuntut konsekuensi hukum yang berat. Khusus penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal tidak berhenti pada sanksi administratif. Jika hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut menemukan dugaan tindak pidana yang didukung bukti cukup, perkara dapat ditindaklanjuti melalui proses penyidikan dan jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

OJK Jatuhkan Denda Rp 2,52 Triliun pada Pelaku Pelanggaran di Pasar Modal

23 Oktober 2026 | 15:53
Dengan diketahuinya celurit yang tidak lain adalah krětāla atau senjata asli dalam sejarah Jawa Kuna menurut kajian arkeologis dan filologis, maka Sakera atau Sadiman atau Sagiman sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Belanda dengan celurit sebagai senjata, dapat dikatakan merupakan sosok yang mempopulerkan kembali celurit sebagai sebuah senjata pembunuh.

Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

28 Februari 2024 | 04:10
Menurut Firman, penurunan GWM sebesar satu poin persentase diperkirakan dapat menambah likuiditas perbankan sekitar Rp90 triliun. Kebijakan ini ditempuh untuk menyeimbangkan likuiditas di pasar uang dan perbankan di tengah pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan dana pihak ketiga (DPK).

BI Turunkan GWM 2 Persen

23 Oktober 2026 | 16:49
Bahlil: Adies Kadir Mundur dari Golkar Sebelum Ditetapkan Jadi Hakim MK

Lapangan Jangkrik dan Maha Tambah Pasokan Gas Nasional 290 MMSCFD

23 Oktober 2026 | 16:12
Galeri Nasional Direvitalisasi, 1.876 Karya Seni Disiapkan untuk Dipamerkan

Galeri Nasional Direvitalisasi, 1.876 Karya Seni Disiapkan untuk Dipamerkan

23 Oktober 2026 | 15:11
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved