Jakarta, CoreNews.id — Korea Utara (Korut) menguji coba rudal hipersonik yang menghantam sasaran sejauh 1.000 kilometer (km) di lepas pantai timur negaranya, (4/1/2026). Aktivitas ini dilakukan sebagai tugas strategis yang sangat penting untuk mempertahankan dan memperluas daya tangkal nuklir yang kuat dan andal. Selain itu, uji coba tersebut juga untuk menunjukkan kesiapan kekuatan nuklir “tanpa penyesalan dan memberikan kepercayaan diri” Korut.
Hal itu disampaikan Pemimpin Korut Kim Jong Un dikutip dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), (5/1/2026). Menurut Kim, ia telah meminta agar Korut terus meningkatkan sarana militer, terutama sistem persenjataan ofensif. Peristiwa penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat menjadi pembenaran mengapa Korut harus memiliki senjata nuklir dan militer yang kuat.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang mengungkapkan sedikitnya dua rudal balistik diluncurkan dari pantai barat Korut pada Minggu sekitar pukul 07.54 dan 08.05 waktu setempat. Kedua rudal itu mencapai ketinggian maksimum sekitar 50 kilometer (km) dan masing-masing terbang sejauh 900 km dan 950 km. Rudal-rudal tersebut diduga jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.*













